KABUPATEN - Ambisi Arema FC untuk meraih dua kemenangan beruntun di kandang menghadapi tantangan berat.
Itu karena, lawan mereka Persija Jakarta sedang dalam kondisi onfire.
Pada laga pekan lalu, mereka mendapat kemenangan 2-0 saat menjalani laga tandang kontra PSIS Semarang.
Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli menjelaskan, Persija bukan lawan yang sama seperti dihadapi saat Piala Presiden 2024 lalu.
Menurutnya, permainan Riko Simanjuntak dkk sudah jauh berkembang.
Termasuk, mengubah sistem tactical selama di Liga 1.
”Saya lihat dalam lima pertandingan terakhir, mereka selalu bermain dengan tiga pemain belakang,” jelas Joel.
Dengan itu, menurutnya Persija akan mendominasi di sektor tengah.
Umumnya mereka akan memasang empat sampai lima pemain.
Karena itu, Joel melihat tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut mempunyai kelebaran permainan yang sangat baik.
”Mereka sering membangun serangan dari sisi sayap,” jelas dia.
Pelatih asal Brasil itu semakin waspada dengan keunggulan sektor sayap Persija karena dihuni dengan pemain-pemain tajam.
Dia menyebutkan tiga nama gelandang klub itu yang sering memanfaatkan sisi sayap.
Di antaranya Rio Mat sumura, Witan Sulaeman, dan Maciej Gajos.
Matsumura dan Gajos bahkan sudah mencetak dua gol sampai saat ini.
Karena itu, Joel menjelaskan, Arema FC akan melakukan sedikit adaptasi terkait aspek tactical.
Tujuannya, bisa mengontrol situasi dari kelebihan Persija di sisi sayap.
Perubahan tactical tersebut bertujuan menghentikan Macan Kemayoran saat membangun serangan.
Nanti, Jayus Hariono cs akan berupaya agar pemain Persija tidak mempunyai ruang di sisi sayap.
Alhasil, tidak banyak akselerasi dan agresivitas yang ditunjukkan saat laga berlangsung.
”Jika sampai lolos, akan berbahaya,” ucapnya.
Joel percaya anak asuhnya bisa menerapkan strategi yang dia inginkan di lapangan nanti.
Itu karena, selama latihan dia melihat performa Dalberto Luan Belo dkk terus berkembang.
Mereka semakin kompak satu sama lain. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana