BLITAR - Usaha Arema FC mencatatkan tiga kemenangan beruntun di BRI Liga 1 musim 2024/2025 tidak mudah diwujudkan.
Itu karena, Persija Jakarta yang menjadi lawan Charles Lokolingoy dan Arema FC tengah on fire.
Sebelum berhadapan dengan Arema FC, kesebelasan berjuluk Macan Kemayoran belum terkalahkan dalam dua laga terakhir di kompetisi.
Sejak era Liga 1, Persija tercatat kerap mencuri poin saat away melawan Singo Edan.
Juara Liga 1 musim 2018 itu hanya sekali kalah dalam tujuh kali bertandang melawan Singo Edan.
Pada musim 2022/2023, mereka berhasil mengalahkan Arema FC di Stadion Kanjuruhan.
Manager Tim Arema FC Wiebie Dwi Andriyas tidak memungkiri Persija Jakarta merupakan salah satu tim kuat musim ini.
Sejak berdiri, mereka dilihat sebagai klub punya nama besar di percaturan sepak bola tanah air.
”Mereka memang tim yang bagus, tapi kami tidak gentar,” jelas pria asal Malang itu.
Menurutnya, penggawa Singo Edan tengah dalam kepercayaan diri tinggi seusai memetik kemenangan perdana di kandang, 19 Oktober lalu.
Selain itu, dia merasa performa tim berkembang dengan positif.
Artinya dalam dua laga terakhir kesalahan pada awal musim mampu dikurangi.
Baginya, Arema FC sudah mulai menemukan karakter permainan.
Di mana, elemen tim sudah mulai paham dengan apa yang diinstruksikan pelatih.
Sesama penggawa Singo Edan juga semakin kompak di lapangan.
Sehingga permainan tim jauh lebih solid sekarang.
Berangkat dari itu, Owner NZR Grup itu menjelaskan, timnya dengan Persija mempunyai kekuatan yang seimbang.
Malah, sampai pekan ke-8 kompetisi sama-sama mengoleksi 12 poin dari delapan pertandingan.
”Mereka pasti memperhitungkan kekuatan Arema FC juga,” jelasnya tegas.
Jelang laga melawan Persija, Dendi Santoso dkk terus bersiap dengan maksimal.
Hasil kemenangan di dua laga lalu juga sudah dilupakan.
Elemen tim juga sudah mempersiapkan antisipasi kelebihan lawan yang bagus bermain bola-bola pendek.
Tidak hanya itu, lini depan juga terus diasah kemampuannya untuk menciptakan dan menyelesaikan peluang dengan maksimal.
Itu menyusul, dalam delapan laga awal BRI Liga 1, baru Dalberto Luan dan Wiliam Marcilio menciptakan gol dari lini serang.
Di tempat terpisah, Pemain Arema FC Samuel Gideon Balinsa mengatakan, timnya tidak gentar melawan tim besar seperti Persija.
Dia menjelaskan, statistik lawan Persija menjadi motivasi tambahan untuk mempertahankan performa positif di dua laga sebelumnya.
”Kami lebih siap lagi untuk menghadapi laga besok (hari ini, red),” ungkap dia.
Menurutnya elemen tim berusaha memaksimalkan waktu persiapan dengan memperbaiki kekurangan tim pada laga sebelumnya.
Seusai itu berusaha memahami strategi dan taktik yang akan diusung tim pelatih dalam pertandingan nanti. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana