RADAR MALANG-Pada tanggal 27 Oktober 2024, Manchester United kembali mengalami kekecewaan setelah kalah 2-1 dari West Ham United dalam laga Premier League yang berlangsung di London Stadium. Pertandingan ini menjadi sorotan karena sejumlah peluang emas yang terbuang oleh tim tamu dan keputusan kontroversial dari VAR yang memicu perdebatan.
Manchester United memulai pertandingan dengan semangat tinggi, menunjukkan dominasi di babak pertama. Alejandro Garnacho hampir membuka skor ketika tembakannya mengenai tiang gawang hanya dalam dua menit pertama.
Peluang-peluang lain juga datang dari Casemiro dan Diogo Dalot, namun semua usaha mereka gagal membuahkan hasil. Dalot, khususnya, mengalami momen memalukan ketika ia melewatkan peluang emas di depan gawang yang kosong.
Meskipun United menguasai permainan dan menciptakan banyak peluang, mereka tidak mampu mengubahnya menjadi gol. Manajer Erik ten Hag terlihat frustrasi di pinggir lapangan, menyaksikan timnya gagal memanfaatkan keunggulan penguasaan bola dan peluang yang ada.
Memasuki babak kedua, West Ham mulai menunjukkan perlawanan. Setelah beberapa pergantian pemain oleh manajer Julen Lopetegui, Crysencio Summerville berhasil mencetak gol pertama untuk West Ham pada menit ke-74 setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan United.
Gol ini mengejutkan para pendukung Setan Merah yang berharap tim mereka segera bangkit. Namun, Manchester United tidak menyerah begitu saja.
Hanya tujuh menit setelah gol Summerville, Casemiro berhasil menyamakan kedudukan dengan sundulan tepat setelah menerima umpan dari Joshua Zirkzee. Suasana di London Stadium berubah seketika saat para penggemar United merayakan gol tersebut, berharap tim mereka dapat meraih kemenangan.
Drama terjadi di menit-menit akhir pertandingan ketika VAR memberikan penalti kepada West Ham setelah Matthijs de Ligt dinyatakan melakukan pelanggaran terhadap Danny Ings.
Keputusan ini sangat kontroversial karena banyak pihak merasa bahwa De Ligt terlebih dahulu menyentuh bola sebelum kontak terjadi. Meskipun demikian, wasit David Coote memutuskan untuk memberikan penalti setelah meninjau tayangan ulang di monitor pinggir lapangan.
Jarrod Bowen maju sebagai eksekutor penalti dan dengan tenang mengeksekusi tendangannya ke sudut bawah gawang, mengubur harapan Manchester United untuk meraih poin. Gol ini tercipta pada menit ke-92, membuat para pemain dan pendukung United merasa dirugikan oleh keputusan tersebut.
Dengan kekalahan ini, Manchester United kini terjebak di posisi ke-14 klasemen Premier League, hanya tiga poin di atas zona degradasi. Ten Hag menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memperbaiki performa timnya yang hanya meraih satu kemenangan dari delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Erik ten Hag mengungkapkan kekecewaannya pasca pertandingan, mengatakan bahwa timnya seharusnya bisa meraih kemenangan jika mereka mampu memanfaatkan peluang yang ada.
"Kami menciptakan banyak kesempatan dan seharusnya bisa unggul dua atau tiga gol," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya karakter dan kepribadian tim dalam situasi sulit seperti ini.
Di sisi lain, Julen Lopetegui merasa lega dengan hasil ini, mengingat West Ham juga sedang berjuang untuk keluar dari posisi bawah klasemen. Kemenangan ini memberikan dorongan moral bagi timnya setelah beberapa hasil buruk sebelumnya.
Pertandingan melawan West Ham menunjukkan betapa pentingnya efisiensi dalam mencetak gol bagi Manchester United. Dengan banyaknya peluang yang terbuang dan keputusan VAR yang kontroversial, tim ini harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki performa mereka sebelum terlambat.
Tekanan terhadap Erik ten Hag semakin meningkat, dan jalan menuju pemulihan akan menjadi tantangan besar bagi pelatih asal Belanda ini. (Adrian Irfan Pratama)
Editor : Aditya Novrian