Radar Malang - Byon Combat Showbiz 4 akan diselenggarakan tanggal 30 November di Tennis Indoor Senayan, Jakarta dan disiarkan secara langsung dan pay per view (PPV) diplatform Vidio.
Volume 4 kali ini menjadi pembeda dari volume sebelumnya, karena pertandingan ini mempertemukan petarung Indonesia melawan petarung Malaysia.
Terdapat beberapa kategori kejuaraan yang akan di perebutkan. Diantaranya, satu sabuk juara ISKA K1 International dan sabuk K1 Byon, dua sabuk juara WBA Asia, dan beberapa sabuk ICB Internasional.
Dalam memperebutkan sabuk juara ISKA juara muaythai nasional, Rudy Golden Boy. Mantan petarung One Championship tersebut akan bertanding melawan jagoan Malaysia, Dean Hamsah.
Pemilik Golden Camp tersebut mengatakan bahwa petarungan ini akan menjadi "last dance" di atas ring dalam ajang resmi.
Selain Rudy Golden Boy ada juga Ongen Saknosiwi, Sereal Effendi, dan Felmy Sumaehe yang akan berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia dalam perebutan sabuk juara WBA Asia.
Selain petinju petinju profesional, Byon Combat Showbiz Volume 4 juga akan menampilkan beberapa pertarungan antar influencer Indonesia dan Malaysia.
Ada Fadly Faisal (Indonesia) vs Aisar Khaled (Malaysia), kemudian Bernad "KKUngke" (Indonesia) vs Putra Abdullah (Malaysia), dan masih banyak lagi.
CEO Byon Combat Showbiz, Yoshua Marcellos atau lebih dikenal dengan Cellos mengatakan bahwa pertandingan kali ini akan berbeda dengan volume volume sebelumnya, karena biasanya pertandingan yang diselenggarakan masih berskala nasional.
"Byon Combat Showbiz Vol. 4 membuktikan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara, terutama dengan kehadiran Malaysia, memiliki potensi dan minat besar dalam olahraga bela diri." ucap Cellos dalam Press Conference Byon Combat Showbiz Volume 4 di akun YouTube pribadinya.
"Kami yakin dengan menghadirkan event berkualitas internasional seperti ini, Indonesia akan semakin dikenal sebagai negara dengan kualitas bagus dalam olahraga boxing dan kickboxing," tambah Cellos.
Byon Combat Showbiz Volume 3 yang digelar pada Juni lalu mencatat rekor pembelian pay per view (PPV) terbanyak sepanjang sejarah Asia pada dunia Combat Sport. Besar harapan pada Volume 4 kali ini dapat mencetak kesuksesan yang sama. (Dzulfiqar Arifuddin)
Editor : Aditya Novrian