Masalah klasik cabor terkendala sarana dan prasarana latihan masih terus terjadi di Kabupaten Malang.
Anggar menjadi salah satu cabang olahraga yang merasakan problem tersebut.
Akibatnya, keinginan mereka mempertahankan gelar juara umum di Porprov Jawa Timur 2023 lalu lebih sulit ke depan.
Pelatih Anggar Kabupaten Malang Elfizar menjelaskan, kekurangan sarana latihan merupakan masalah yang sudah terjadi sejak tahun 2022 lalu.
Menurutnya, sudah ada bantuan dari KONI Kabupaten Malang.
Namun, belum bisa memenuhi kebutuhan mereka.
”Paling berpengaruh itu kami kekurangan pedang,” jelasnya.
Elfizar mengatakan, 13 atlet yang sekarang bergabung dengan anggar Kabupaten Malang hanya mempunyai satu pedang.
Padahal, idealnya masing-masing atlet mempunyai tiga pedang.
Karena itu, mereka harus berlatih bergantian.
Akibatnya proses persiapan untuk Porprov Jatim 2025 nanti berjalan kurang maksimal.
Tidak hanya itu, baju metallic untuk atlet juga masih kurang.
Sampai saat ini, anggar Kabupaten Malang hanya mempunyai dua unit saja.
Idealnya, minimal mempunyai empat.
”Baju metallic yang ada di kami sudah dalam kondisi uzur juga,” jelas Elfizar.
Latihan anggar Kabupaten Malang juga terkendala dengan ketiadaan alat perekam.
Alat itu mempunyai fungsi untuk menghitung skor para atlet saat latih tanding.
Menurut Elfizar, selama ini mereka hanya mengandalkan mata saja untuk menilai skor saat latihan.
Alhasil, data latihan menjadi kurang akurat.
Kondisi itu menyulitkan untuk melakukan evaluasi.
Elfizar berharap, KONI Kabupaten Malang bisa membantu mereka melengkapi sarana tersebut.
Mengingat, cabor anggar merupakan salah satu penyumbang medali terbesar bagi Kabupaten Malang.
Prestasi maksimal harus ditunjang fasilitas latihan yang baik. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana