RADAR MALANG - Pau Cubarsí i Paredes adalah pemain muda Barcelona yang tengah mencuri perhatian di dunia sepak bola.
Belum lama ini, Cubarsi dijuluki Puyol 2.0 karena ketangguhannya di lapangan.
Cubarsi juga menjadi pilar pertahanan Barcelona ketika menghabisi Real Madrid 4-0.
Berposisi sebagai bek tengah, Cubarsí menunjukkan potensi besar sejak bergabung dengan akademi Barcelona, La Masia.
Pada usia 17 tahun, ia sudah mencatatkan debut impresif di tim utama Barcelona.
Bahkan dia bermain di Liga Champions.
Itu menjadikannya sebagai salah satu debutan termuda dalam sejarah klub untuk kompetisi Eropa.
Cubarsí juga meraih perhatian di tingkat internasional.
Meskipun baru berusia remaja, ia telah dipanggil ke tim nasional Spanyol pada Maret 2024.
Dalam debutnya melawan Kolombia, ia memecahkan rekor sebagai bek termuda yang bermain untuk tim nasional Spanyol.
Cubarsi mengalahkan rekor sebelumnya milik Sergio Ramos.
Tak hanya itu, ia juga masuk dalam skuad persiapan Spanyol untuk Euro 2024.
Meski akhirnya, Cubarsi tidak masuk ke dalam daftar final.
Pemain bertinggi 1,85 meter ini digadang-gadang sebagai bintang masa depan di lini pertahanan.
Gaya bermainnya yang kuat dalam duel dan berani mengambil risiko.
Seperti saat ia mengalami cedera wajah dalam pertandingan melawan Crvena Zvezda baru-baru ini.
Insiden tersebut menambah simpati publik, yang menjuluki Cubarsí sebagai "Puyol 2.0".
Karena kemiripan dalam keberanian dan tekad bermainnya, mengingatkan pada legenda Barcelona, Carles Puyol.
Namun, sejumlah pendapat menyebut Cubarsi juga tidak sekadar main garang ala Puyol.
Dia disebut mewarisi gaya bertahan strategis dan cerdik seperti seniornya Gerard Pique.
Dengan masa depan cerah di depan mata, Barcelona pun berupaya menjaga aset berharganya ini dengan memperpanjang kontraknya hingga 2027.
Itumenunjukkan bahwa klub memiliki kepercayaan besar pada potensinya untuk terus berkembang sebagai bagian dari tim utama.(fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana