RADAR MALANG - Lamine Yamal, bintang muda Barcelona yang tengah mencuri perhatian dunia sepak bola, tidak hanya dikenal karena keterampilannya yang luar biasa di lapangan.
Lamine Yamal juga dikenal diajari nilai-nilai kehidupan muslim dari keluarganya yang berlatarbelakang muslim imigran dari Maroko.
Salah satu sosok yang berperan besar dalam membentuk karakter dan mentalitas Yamal adalah neneknya dari pihak ayah, Fatima Nasraoui.
Sejak kecil, Yamal dididik dengan nilai-nilai agama Islam yang kuat oleh sang nenek.
Nenek Lamine Yamal, seperti dilansir Lavanguardia, merupakan figur yang sangat berpengaruh bagi alumnus akademi La Masia itu.
Sebagai seorang Muslimah yang taat, Fatima rajin mengajarkan ajaran agama yang dia percaya pada cucunya.
Salah satu ajaran yang paling berkesan bagi Yamal adalah ayat Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kekuatan hamba-Nya.
Pesan ini sangat penting bagi Yamal, terutama di tengah perjalanan karier sepak bolanya yang penuh tantangan.
Neneknya selalu mengingatkan bahwa hidup tidak selalu mulus, dan cobaan pasti akan datang.
Namun, dengan keteguhan hati dan iman, segala kesulitan pasti dapat dihadapi.
Ayat yang selalu dibagikan oleh Fatima kepada Yamal adalah:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(Al-Baqarah, 2:286)
Ayat ini memberikan pesan yang sangat dalam tentang ketahanan dan kesabaran.
Surat Al Baqarah juga yang dibaca pemain timnas Spanyol itu setiap akan masuk ke lapangan sebelum bertanding.
Didikan yang penuh kasih sayang dan spiritual ini tampaknya memberikan dampak besar pada mentalitas Lamine Yamal, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Walaupun dia broken home (kedua orangtuanya cerai), Lamine Yamal membuktikan mentalnya malah semakin kuat.
Ketika dia harus menghadapi tekanan besar saat bermain di pertandingan penting atau ketika dia dicemooh oleh penonton lawan, Yamal selalu mengingat ayat Al Baqarah yang diajarkan neneknya.
Bahwa segala tantangan kehidupannya sejak kecil adalah ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keberanian.(fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana