MALANG KOTA - Persiapan Unggul FC Malang untuk menghadapi Pro Futsal League (PFL) musim 2024/2025 tidak sekadar fokus aspek teknis.
Kesehatan para penggawa klub berlogo singa bermahkota itu juga dipantau tim pelatih.
Senin lalu (11/11), Andres Teran dkk melakukan tes medis di Rumah Sakit Hermina, Kota Malang.
18 pemain ikut serta dalam kegiatan tersebut. Termasuk dua pemain yang masih berstatus trial.
Namun, terdapat dua penggawa lama yang absen menjalani agenda tes medis tersebut.
Alasannya, masih sakit dan ada kesibukan perkuliahan.
Manajer Tim Unggul FC Usa Laksono menjelaskan, pengecekan kesehatan merupakan salah satu persyaratan untuk menyandang status tim profesional.
Data kesehatan dibutuhkan sebagai salah satu syarat mengikuti kompetisi musim ini.
”Seluruh klub harus menyertakan hasil tes medis saat mendaftarkan pemainnya,” ujar dia.
Selain itu, tes medis dilakukan dengan tujuannya untuk mendeteksi penyakit dan melihat riwayat cedera para pemain.
Menurutnya klub berusaha melakukan langkah antisipatif untuk mendeteksi sejak awal potensi cedera atau problem kesehatan elemen tim.
Mereka ingin sepanjang kompetisi nanti para pemain dalam kondisi prima.
”Pemeriksaan medis ini membantu memastikan dan mengoptimalkan performa pemain di lapangan,” katanya.
Seperti diketahui, musim depan Unggul FC Malang ingin meraih prestasi lebih baik di PFL.
Musim lalu mereka peringkat lima.
Tes medis yang dijalani pemain Unggul FC Malang meliputi anamnesis, tes laboratorium untuk dan urin, tes jantung (IKG), tanda-tanda vital (TTV), serta tes mata.
Selain itu, para pemain mendapatkan sesi konsultasi gizi dan pemeriksaan fisik tim dokter.
Lantas, bagaimana hasil tes medis para pemain Unggul FC Malang? Usa belum bisa menyampaikannya ke publik.
”Kami tunggu hasil dan diagnosa dokter, seusai itu akan diskusikan hasilnya dengan pelatih dan fisioterapis,” jelas dia.
Menurutnya, kalau seorang pemain terdapat problem kesehatan dan masih bisa diobati, maka pihaknya akan melakukan perawatan.
Sebaliknya, kalau kondisinya sudah tidak bisa diobati, manajemen Unggul FC Malang akan mempertimbangkan status pemain tersebut.
Kebijakan tersebut berlaku untuk semua pemain.
Baik itu penggawa lama dan baru. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana