Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perjalanan Karir Sepak Bola Rizky Ridho, Sempat di Persikoba Batu Hingga Kini Menjadi Andalan Timnas

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 13 November 2024 | 20:43 WIB
Potret Rzky Ridho (Instagram Pribadi Rizky Ridho)
Potret Rzky Ridho (Instagram Pribadi Rizky Ridho)

RADAR MALANG - Rizky Ridho, Center Bek Andalan Timnas, Lahir Tahun 2001 di Kota Simo, Surabaya.

Dalam wawancara terbarunya di kanal YouTube Sport 77, Rizky Ridho menceritakan awal karier sepak bolanya.

Ia mulai bermain sepak bola sejak kelas 2 SD, bermula dari bermain di gang-gang kecil.

Saat SMP, pada usia 12-13 tahun, muncul keinginan Ridho untuk menjadi pemain profesional.

Saat itu, Ridho termotivasi oleh sosok Evan Dimas dan Hansamu Yama yang juga menjadi idolanya.

Ridho pernah meninggalkan sekolah selama satu bulan untuk mengikuti Piala Soeratin, dari Surabaya ke Persesa Sampang.

Namun, saat uji coba Persesa melawan Deltras Sidoarjo, Ridho belum mendapatkan kesempatan bermain.

Sebagai informasi, Piala Soeratin adalah kompetisi sepak bola untuk pemain berusia di bawah 18 tahun.

Pada usia 15 tahun, Ridho memutuskan untuk menjadi pemain sepak bola profesional.

Orang tuanya pun mendukung penuh keputusan tersebut.

Sejak awal terjun ke dunia sepak bola, posisi Rizki Ridho adalah sebagai center bek.

Saat salah satu rekannya mengalami cedera, barulah Ridho mendapat kesempatan bermain di Persesa.

Bersama Persesa, Ridho berhasil meraih posisi ketiga di ajang Piala Soeratin Jawa Timur saat itu.

Pada tahun kedua Piala Soeratin, Rizky Ridho bergabung dengan Persikoba Batu.

Hanim, pelatih kepala Persikoba yang kini di Bhayangkara, menyeleksi Rizki Ridho bersama Surya Maulana, yang kini juga bermain di Bhayangkara.

Ridho bercerita bahwa setiap pukul 10 pagi ia izin dari sekolah untuk berangkat dari Surabaya ke Bungurasih menggunakan bus, lalu melanjutkan perjalanan ke Karanglo menggunakan bemo merah, dan dari Karangploso ke Stadion Brantas, tempat Ridho dijemput oleh pelatih kepala.

Begitulah perjuangan Rizki Ridho yang setiap hari pulang-pergi menuju stadion.

Gaji Ridho dan Surya di Persikoba waktu itu hanya Rp100 ribu.

Selama di Persikoba, Rizki Ridho menjadi pemain reguler dalam tim ini, berbeda dengan pengalamannya di Piala Soeratin sebelumnya bersama Persesa.

Pada Piala Soeratin kedua, tim Rizki Ridho berhasil mencapai babak delapan besar.

Selanjutnya, Ridho ditawari trial di tim senior Persikoba di Liga Tiga dan akhirnya lolos seleksi.

Di sana, Ridho bertemu Coach Rovi dari Surabaya, yang menawarkan Ridho untuk mengikuti seleksi U-19 Persebaya.

Dari Persebaya, Ridho kemudian dipanggil ke Timnas oleh Coach Syafri. Di sinilah karier Timnas Ridho dimulai. (Septi Alina)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Rizky Ridho #persikabo #Timnas