LIMA pembalap menyambut Fajar Abdul Rahman setelah menyentuh garis finish di Klemuk Bike Park, Kota Batu, 10 November lalu.
Mereka merangkul pemuda berusia 17 tahun itu sembari menyemprotkan air mineral ke arahnya.
Itu bentuk apresiasi mereka kepada Fajar yang menjadi pembalap tercepat di seri ketiga 76 Indonesian Downhill 2024.
Raihan itu membuat dia memastikan diri sebagai juara umum 76 Indonesian Downhill 2024 di kategori men junior, kategori untuk pembalap usia 17 sampai 18 tahun.
Fajar mengumpulkan 500 poin dari tiga seri di turnamen itu.
Dia unggul 150 poin dari pesaing terdekatnya, Pandu Satrio Perkasa.
Fajar menjadi yang terbaik di antara 18 peserta lain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
Dominasi Fajar di turnamen 76 Indonesian Downhill 2024 sudah berlangsung sejak seri pertama.
Event itu berlangsung pada 11 Agustus lalu di Klangon Bike Park, Jogjakarta.
Sebelum berlaga di turnamen itu, Fajar mempersiapkan diri selama tiga bulan.
”Dalam sepekan saya berlatih enam hari,” tutur pemuda kelahiran 2005 itu.
Meski sudah mempersiapkan diri dengan matang, rasa gugup tetap menghampirinya.
Itu karena Klangon Bike Park mempunyai karakter track yang berbeda dari tempat latihannya di Klemuk Bike Park, Kota Batu.
”Di Klangon lintasannya lebih panjang dan ada beberapa bagian yang landai,” tutur dia.
Karena itu, para peserta menjadi lebih sering melakukan gerakan pedaling atau mengayuh sepedanya.
Bagi Fajar, track yang seperti itu tidak sesuai dengan karakternya.
”Saya tidak suka kalau banyak pedaling. Lebih mahir kalau curam, sehingga tidak perlu mengayuh,” papar dia.
Namun, Fajar mampu menghapus semua keraguan dalam dirinya.
Dia berhasil mendominasi track di Klangon Bike Park dengan menjadi yang tercepat.
Lintasan sepanjang 1,5 kilometer mampu dilaluinya dengan durasi 2 menit 27 detik.
Dengan hasil itu, Fajar langsung memimpin perolehan poin di kategori men junior dengan koleksi 200 poin.
Sebagai pemimpin di klasemen sementara 76 Indonesian Downhill 2024 kategori men junior, dia lebih percaya diri saat turun di seri kedua.
Ajang itu berlangsung di Ternadi Bike Park, Kudus, 20 Oktober lalu.
Namun, dewi fortuna tampaknya tidak berpihak kepada siswa SMK Brawijaya Kota Batu itu.
Fajar terjatuh di awal lintasan Ternadi Bike Park.
Dia kehilangan kontrol atas kecepatan sepedanya.
Itu karena hujan turun cukup deras pada hari balapan.
Alhasil, track menjadi penuh dengan lumpur dan sangat licin.
”Di tambah, lintasan Ternadi sangat curam dan panjang,” jelas Fajar.
Untuk diketahui, Ternadi Bike Park mempunyai panjang lintasan 2,3 kilometer.
Karena insiden itu, Fajar harus puas menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 4 menit 59 detik.
Dia mendapat tambahan 100 poin.
Namun, posisinya sebagai pemimpin klasemen tidak tergeser.
Baca Juga: Berlangsung di Klemuk Bike Park Kota Batu, Indonesian Downhill 2024 Hadirkan Trek Sulit
”Saya cukup menyesal saat itu, karena harusnya bisa lebih baik lagi di seri kedua,” imbuh peraih dua medali emas di Porprov Jatim 2023 itu.
Kekecewaan itu tidak berlangsung lama.
Motivasi Fajar kembali meningkat seusai diumumkan bahwa Klemuk Bike Park menjadi venue untuk seri ketiga atau sesi terakhir dari 76 Indonesian Downhill 2024.
Dia yang biasa berlatih di sana tentu sangat mengenal track tersebut.
”Sejak pertama kali mencoba downhill saat kelas enam SD, saya sudah berlatih di Klemuk,” jelas Fajar.
Dia juga ikut terlibat dalam proses pembukaan lintasan di tempat tersebut.
Alhasil, Fajar sudah mempunyai chemistry tersendiri dengan Klemuk Bike Park.
Meski begitu, dia tidak ingin menganggap enteng seri final 76 Indonesian Downhill.
Fajar tetap mempersiapkan diri dengan matang.
Itu karena, Klemuk Bike Park sempat direnovasi sebelum penyelenggaraan seri final.
Lebih banyak obstacle yang dibangun.
Alhasil, Fajar tetap harus beradaptasi dengan lintasan tersebut.
Selain itu, seri final 76 Indonesian Downhill menghadirkan peserta dari luar negeri.
Itu membuat peta persaingan menjadi lebih ketat lagi.
Namun, Fajar tidak ingin menjadi minder.
Dia menyikapi hal tersebut sebagai tambahan motivasi.
Sampai pada hari pertandingan, Fajar mendapat giliran melintas paling akhir.
Peserta lain dari Kota Batu, yakni Pandu Satrio Perkasa sempat memimpin catatan waktu tercepat dengan 1 menit 53 detik.
Catatan itu tidak bisa dilewati peserta lain sebelum Fajar turun.
”Kalau saya tidak bisa melewati Pandu, kemungkinan dia bisa menjadi juara umum,” tutur Fajar.
Kondisi tersebut turut menambah adrenalinnya.
Dia lalu mulai menuruni track Klemuk Bike Park.
Fokusnya sempat terganggu di awal-awal.
Setelah itu, semua obstacle dilewati Fajar dengan mulus.
Riuh suara penonton kemudian terdengar ketika Fajar mencapai garis finish.
Dia berhasil mencatatkan waktu lebih cepat satu detik dari Pandu.
Raihan itu membuat Fajar sah meraih gelar juara umum 76 Indonesian Downhill.
”Saya sangat senang dan ini menjadi motivasi saya untuk mendapatkan prestasi yang lebih tinggi,” jelas dia.
Fajar masih mempunyai impian yang tinggi di olahraga downhill.
Dia ingin mewakili Indonesia untuk turun di beberapa ajang seperti Union Cycliste Internationale (UCI) Mountain Bike World.
Lalu mendapatkan prestasi di ajangajang multi-event seperti PON dan SEA Games.
Selanjutnya, Fajar masih disibukkan dengan berbagai turnamen downhill.
Yang terdekat yakni Kendal Downhill 2024, 17 November nanti.
Sejak kemarin, Fajar sudah berada di Kendal. ”Tentu, target saya menjadi juara,” tutur Fajar. (/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana