KABUPATEN - Meski berada zona merah, Arema FC enggan meremehkan Madura United.
Kesebelasan Madura United yang berjuluk Laskar Sape Kerrab itu dipandang sebagai lawan yang tangguh.
Joel Cornelli, Pelatih Arema FC melihat, kesebelasan asal pulau garam itu mulai bangkit dengan nakhoda anyar Jorge Coelho Menezes.
Perlu diketahui, juru taktik asal Portugal itu direkrut untuk menggantikan Widodo Cahyono Putro.
Kinerja eks pelatih Arema FC itu tidak memuaskan di Madura United.
Itu karena, dalam empat laga awal BRI Liga 1, WCP tidak bisa memberikan kemenangan untuk tim Madura United.
Joel Cornelli mengatakan, Madura United sudah mengalami transformasi positif dalam beberapa laga terakhir.
Dia merasa kesebelasan tersebut tidak sama seperti dihadapi Dendi Santoso cs di Piala Presiden 2024.
Sebagai informasi, saat laga pramusim, Arema FC mampu menang dengan skor 5-0 atas Madura United.
Hasil itu membuat Singo Edan lolos babak semifinal Piala Presiden 2024.
”Saya lihat, Madura United banyak melakukan perombakan tactical seusai berganti pelatih,” tutur Joel.
Menurutnya, selama diasuh Paulo Menezes, permainan Laskar Sape Kerrab menunjukkan tren yang positif.
Itu dibuktikan dengan mereka berhasil menang atas PSIS Semarang dua pekan lalu.
”Mereka juga mencatatkan penampilan bagus di kejuaraan internasional,” katanya.
Berangkat dari situasi tersebut, sisa waktu di Malang akan di manfaatkan Arema FC untuk meningkat performa tim.
Joel Cornelli menjelaskan, selama dua hari ini, akan mengasah teknik Jayus Hariono dkk.
Dia ingin, tim maksimal saat bertahan dan menyerang.
Dia percaya, cara itu adalah jalan untuk mendapatkan poin maksimal di laga Kamis nanti (21/11).
Menurutnya, tim pelatih sudah menganalisis kekuatan lawan.
Lima laga terakhir Madura United dipantau.
Sejak Senin lalu (18/11), Arema FC mulai menyiapkan antisipasi kelebihan lawan.
Salah satunya, dengan mencoba pola permainan yang baru.
Seusai itu, Arema FC akan memaksimalkan adaptasi lapangan pertandingan.
Di tempat terpisah, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro mengatakan, Rabu nanti (20/11) Singo Edan akan melakukan perjalanan menuju Madura.
Sehari setelahnya, para pemain akan melakukan adaptasi lapangan di Stadion Gelora Bangkalan.
”Tidak boleh terlalu dekat jarak antara keberangkatan dan pertandingan. Supaya tetap ada waktu untuk istirahat,” jelas dia.
Pelatih berusia 51 tahun itu menjelaskan, proses adaptasi lapangan sangat penting dilakukan.
Itu karena, tidak semua pemain Arema FC pernah berlaga di Stadion Gelora Bangkalan.
”Adaptasi lapangan yang baik bisa membuat pemain lebih leluasa dalam bermain,” tutur dia.
Kuncoro menjelaskan, penggawa Arema FC tengah dalam suasana yang positif.
Elemen tim termotivasi melanjutkan tren kemenangan laga tandang.
Sebelumnya, Singo Edan menang atas Barito Putera. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana