LAOS – Arema FC Women kembali mengirim delegasi ke Timnas Indonesia Putri.
Penjaga gawang Arema FC Women Laita Ro’ati Masykuroh masuk daftar 26 pemain Timnas Indonesia Putri untuk AFF Cup Women 2024.
Timnas Indoneisa putri bakal tampil di ajang itu mulai 23 November nanti di Laos.
Kesempatan itu merupakan mimpi yang tertunda menjadi sebuah kenyataan untuk Laita.
Sebelumnya, dia sempat gagal masuk Timnas Putri akibat problem cedera.
Saat itu, Garuda Pertiwi akan menjalani FIFA Matchday Kontra Bahrain bulan Mei lalu.
Akibat kondisi itu, Laita sempat sedih.
Karena sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Tapi, saat detik detik akhir gagal membela Garuda Pertiwi.
Sempat kecewa, tidak membuatnya patah semangat.
Dia bangkit, seusai mendapat support keluarga dan pemain Arema FC Women.
”Sangat senang bisa masuk skuad utama Timnas untuk AFF Putri 2024,” ungkap Laita kepada wartawan koran ini, kemarin.
Menurutnya tidak mudah bisa lolos menjadi bagian Skuad Garuda Pertiwi untuk turnamen sepak bola di kawasan Asia Tenggara itu.
Penyebabnya persaingan pos penjaga gawang ketat.
Selain itu, terdapat pemain pemain senior yang dipanggil untuk ajang tersebut.
Saat ini skuad Garuda Pertiwi juga kedatangan penggawa naturalisasi.
Karena itu, Laita bertekad tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan kepadanya.
Dia ingin memberikan gelar juara bagi Indonesia.
Demi mewujudkan misi itu, dirinya akan mengerahkan semua kemampuannya untuk melindungi gawang Garuda Pertiwi.
Menurutnya, sebulan menjalani training camp di luar negeri membawa banyak pelajaran bagi dia dan timnya.
Itu karena, mereka bisa mencontoh gaya permainan dua negara yang mempunyai kualitas sepak bola putri lebih baik.
”Kami tidak fokus hasil uji coba seperti apa. Tapi berusaha mempelajari kelebihan Jepang dan Belanda,” tuturnya.
Sejak tanggal 16 November lalu, Laita sudah berangkat bersama elemen tim Garuda Pertiwi ke Laos. Di sana, mereka fokus untuk menempa diri.
Menurutnya, proses adaptasi tidak terlalu sulit.
Cuaca di Laos mirip dengan Jakarta.
Kendalanya hanya lapangan latihan kurang ideal.
”Tapi tidak melunturkan semangat kami untuk berlatih dengan keras,” jelas dia. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana