PENGGAWA Persema Malang mempunyai sejumlah pekerjaan rumah sebelum tampil di kompetisi Liga 4.
Salah satunya, level fisik anak asuh Ahmad Bustomi belum ideal.
Meski sebelumnya, Persema Malang menjalani program cross country di Gubugklakah, Poncokusomo, Kabupaten Malang.
Dalam tes fisik dan pengambilan data bersama Departemen Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Malang, Haris Zanuar Rizky dkk disarankan terus meningkatkan level fitnes.
Pelatih Fisik Persema Eggy Nur Arfiansyah menjelaskan, endurance penggawa tim Bledek Biru belum maksimal.
”Seusai latihan berat di Gubugklakah ada peningkatan, tapi belum signifikan,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Tim Monitoring dan Evaluasi KONI Kota Malang itu.
Kerannya, kedepan daya tahan pemain akan menjadi fokus perbaikan tim pelatih.
Menurut Eggy, aspek itu tidak boleh disepelekan.
Itu karena, dia memprediksi gelaran Liga 4 nanti berjalan dengan jadwal yang padat.
Dirinya mengacu jadwal Liga 3 regional Jawa Timur musim lalu.
Klub klub yang tampil kompetisi itu, bisa bermain seminggu tiga kali.
”Satu grup kurang lebih ada enam tim dengan format home turnamen. Karena itu, kemungkinan bisa satu bulan 10 kali bertanding,” papar mahasiswa S3 Universitas Negeri Yogyakarta.
Baginya, tanpa fisik bagus akan menyulitkan tim untuk kompetitif di kompetisi.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, tim pelatih sudah mengidentifikasi beberapa pemain yang perlu diberikan perhatian khusus.
”Jadi ada 3 pemain yang harus menyesuaikan kondisi fisik,” ucapnya.
Menurutnya, elemen tim wajib mempunyai kondisi fisik yang setara untuk memaksimalkan skema permainan.
Tim pelatih Persema menargetkan segera meningkatkan kondisi fisik para pemain.
Mereka tidak ingin buang waktu terkait pekerjaan rumah itu.
Rencananya, akan memaksimalkan waktu dua minggu ke depan untuk memperbaiki aspek tersebut. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana