PERGURUAN Mushikawa Karate-Do Indonesia Malang harus melewati perjalanan terjal sebelum bisa menorehkan prestasi di Jepang.
Mushikawa Karate-Do Malang sempat terkendala pembiayaan untuk mengirimkan tiga atletnya ke World Kyokushin Kaikan.
Bahkan, Mushikawa Karate-Do Malang harus rela berutang untuk bisa mengibarkan bendera merah putih di Negeri Sakura.
Tiga atlet Malang yang dikirimkan ke ajang World Kyokushin Kaikan adalah Farras Dewana Apta Prayugo, Anggun Claudita Putri, dan Altair Giri Assegaf.
Hasilnya, salah satu karateka muda Altar berhasil menjadi juara.
Pelatih Perguruan Mushikawa Karate-Do Indonesia Malang Agus Yulianto mengatakan, sejak mendapat undangan lomba pada Juni lalu, pihaknya sudah mengajukan proposal untuk meminta dukungan dana.
Mulai dari pihak swasta sampai Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Malang.
”Kami juga sudah coba mencari jalan lain untuk pendanaan, tapi hasilnya tidak membahagiakan,” kayanya.
Agus mengatakan, dari Kormi tidak bisa membiayai karena belum mempunyai anggaran untuk event luar negeri.
Lalu, mereka juga belum bisa berkomunikasi dengan pihak Disporapar Kota Malang.
Akhirnya, Perguruan Mushikawa Karate-Do Indonesia Malang itu harus meminta kesediaan dari wali atlet patungan.
Mereka terlibat menanggung biaya akomodasi secara mandiri.
”Total biayanya mencapai Rp 20 juta. Perinciannya Rp 16 juta untuk transportasi pulang-pergi. Yang lainnya untuk akomodasi tambahan ke Jepang,” ujar pria berusia 52 tahun itu.
Karena biaya tidak sedikit, sejumlah orang tua atlet ada yang membuka pinjaman mandiri.
Sebagai pelatih Agus juga ikut berutang.
Itu dilakukan, demi bisa ikut memberi support anak asuhnya yang berlaga.
Akibat situasi itu, pihaknya terpaksa memilih rute perjalanan yang paling murah.
Karena itu perjalanannya lebih lama.
Berangkat tanggal 14 November, sampai venue kejuaraan 16 November.
Di tengah perjalanan itu, keesokan harinya para atlet langsung bertanding.
Meski tidak ideal, namun lewat semangat berprestasi, akhirnya ada yang berhasil menjadi juara. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana