Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Regulasi BRI Liga 1 Berubah, Arema FC Tak Wajib Mainkan Penggawa U-22

Galih R Prasetyo • Jumat, 29 November 2024 | 14:59 WIB
LEBIH LELUASA: Iksan Lestaluhu (kanan) berebut bola dengan Hamzah Titofani dalam sesi latihan di ARG Soccer Field Lawang, pekan lalu.
LEBIH LELUASA: Iksan Lestaluhu (kanan) berebut bola dengan Hamzah Titofani dalam sesi latihan di ARG Soccer Field Lawang, pekan lalu.

KABUPATEN - Arema FC berpeluang tidak perlu memainkan pemain U-22 dalam laga BRI Liga 1 ke depan.

Itu menyusul, ada rencana dari federasi mengubah regulasi memainkan penggawa U-22.

Kebijakan tersebut, merupakan penyesuaian dari dipanggilnya pemain U-22 ke Timnas.

Berdasar informasi yang diterima wartawan koran ini di internal Arema FC, klub tidak perlu menjalankan regulasi memainkan pemain U-22 dengan syarat.

Dua pemainnya mendapat panggilan Timnas untuk ASEAN Championship atau Piala AFF Cup 2024.

Klub dibebaskan supaya tidak kesulitan untuk terus kompetitif di kompetisi.

Perlu diketahui, operator kompetisi PT LIB sebelumnya menetapkan aturan untuk semua klub wajib memainkan penggawa U-22 selama 45 menit setiap laga.

Dikonfirmasi terkait tidak wajib memainkan pemain U-22 di laga BRI Liga 1 selanjutnya, Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli tidak membantah.

Menurutnya, dia sudah mendengar informasi itu.

”Seusai dipanggilnya Arkhan Fikri dan Achmad Maulana Syarif ke Timnas, mungkin kami punya kebebasan tidak memainkan pemain U-22,” katanya kepada wartawan koran ini, kemarin.

Joel menjabarkan, hal tersebut sudah menjadi bahan diskusi dalam beberapa hari ini.

Meski sampai saat ini belum ada pengumuman resmi.

Tapi, dia melihat hal tersebut menjadi suatu yang normal.

Dirinya beralasan, hal tersebut juga diterapkan musim lalu.

Regulasi memainkan pemain U-23 tidak berlaku karena pemain di klub kategori itu dipanggil tim Garuda untuk Piala Asia U-23.

Berangkat dari pengalaman tersebut, mantan juru taktik Al-Riyadh itu tidak merasa khawatir regulasi diubah.

Dia memastikan Singo Edan siap dengan semua aturan yang berlaku.

Itu karena, saat ini masih punya stok pemain U-22.

”Tapi, saat ketentuan itu (regulasi U-22 diganti, red) berlaku, kami juga senang,” katanya.

Menurutnya, pihaknya menjadi lebih leluasa untuk menentukan komposisi tim.

Meski begitu, juru taktik asal Brasil itu mengatakan, saat regulasi baru diterapkan tidak langsung meninggalkan pemain U-22.

Menurutnya, mereka mempunyai kesempatan bermain yang sama.

”Pemian U-22 di tim ini punya kualitas, nanti tinggal menentukan kebutuhan strategi,” ucapnya.

Terhitung, selain Achmad dan Arkhan, hanya ada tiga penggawa Singo Edan yang berusia 22 tahun ke bawah.

Di antaranya Iksan Lestaluhu, Hamzah Titofani, dan Salim Tuharea.

Namun, Salim masih dalam proses pemulihan cedera.

Dia belum bisa dipastikan bisa bermain di laga pekan ke-12 nanti.

Di tempat terpisah, Hamzah Titofani mengatakan, potensi kehilangan sejumlah pemain di laga selanjutnya tidak membuat tim putus asa.

Menurutnya, hal itu menjadi tambahan motivasi untuknya dan tim.

”Kami ingin buktikan Arema FC mempunyai banyak pemain yang berkualitas,” jelas dia. (tio/gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #U22 #BRI Liga 1