PENJAGA Gawang Arema FC Women Laita Ro’ati Masykuroh turut mengantarkan Timnas Putri Indonesia mengukir sejarah.
Untuk pertama Garuda Pertiwi menjadi juara di AFF Women’s Cup.
Meski begitu, perjalanan kiper berusia 25 tahun itu tidak mudah.
Penyebabnya, dia harus menjaga kondisi fisik dan performa karena selalu tampil di empat pertandingan secara beruntun.
Turnamen itu berlangsung selama 13 hari dari 23 November sampai 5 Desember 2024.
Tidak hanya itu, Laita juga mengalami nervous.
Khususnya saat menjalani laga final kontra Kamboja, Kamis lalu (5/12).
Tumbuhnya sempat gemetar jelang dan awal laga.
”Jadi tantangannya lebih ke diri saya sendiri selama turnamen,” ujarnya kepada wartawan koran ini, kemarin.
Menurutnya, situasi itu sangat berpengaruh terhadap performanya.
Karena itu, dia tidak bermain dengan lepas di awal laga final.
Akibatnya, terdapat beberapa kekurangan di lapangan yang berujung kebobolan pertamanya di ajang itu.
Sebelumnya, Laita selalu mampu clean sheet.
Meski begitu, dia berusaha untuk bisa menikmati pertandingan.
Laita sangat bersyukur karena mempunyai rekan pemain belakang yang begitu kompak.
Sehingga mereka tidak lagi bisa kebobolan oleh lawan.
Lalu, dapat memenangkan pertandingan dengan skor 3-1.
”Alhamdulilah sangat bangga bisa berkontribusi mencetak sejarah baru bagi dunia sepak bola putri Indonesia,” ungkap Laita.
Dia mengatakan, tidak akan berpuas diri. Kedepan akan fokus latihan. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana