Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Hadapi Persebaya Surabaya, Ujian Sesungguhnya Lini Depan Singo Edan

Galih R Prasetyo • Sabtu, 7 Desember 2024 | 17:22 WIB

 

MOMENTUM PEMBUKTIAN: Wiliam Marcilio (kiri) berebut bola dengan Bayu Aji dalam sesi latihan di Stadion Gajayana, kemarin.
MOMENTUM PEMBUKTIAN: Wiliam Marcilio (kiri) berebut bola dengan Bayu Aji dalam sesi latihan di Stadion Gajayana, kemarin.

MALANG KOTA – Laga kontra Persebaya Surabaya, nanti sore (15.30 WIB) menjadi ajang pembuktian bagi lini depan Arema FC.

Itu karena, Dalberto Luan Belo dkk harus menghadapi tim dengan pertahanan solid sampai pekan ke-12.

Bersama PSM Makassar, Persebaya Surabaya menjadi tim paling minim ke masukan gol untuk sementara.

Dari data yang diperoleh wartawan koran, kesebelasan berjuluk Green Force itu baru kemasukan tujuh gol dari 12 laga.

Mereka sukses enam kali nirbobol.

Jumlah itu lebih banyak dibandingkan PSM yang mengoleksi empat clean sheets.

Tantangan lain lini depan Singo Edan, punya statistik negatif saat menjalani laga big match.

Charles Lokolingoy dkk kerap kesulitan menciptakan gol.

Pertandingan melawan Dewa United Borneo FC, Persib Bandung, Bali United, dan Persija Jakarta menjadi contohnya.

Akibat kondisi itu, Arema FC kerap kehilangan poin penuh.

Pada pertandingan melawan Borneo FC dan Persija, misalnya.

Singo Edan harus kalah di kandang (selengkapnya grafis).

Meski dihadapkan catatan negatif, penyerang Arema FC Dalberto Luan Belo tidak gusar.

Dia bertekad membobol gawang Green Force sore nanti.

”Saya ingin terus memuncaki daftar top skor Liga 1,” ungkap pemain asal Brasil itu.

Sebagai informasi, saat ini Dalberto sudah mengoleksi tujuh gol.

Dia konsisten mencetak gol di dua laga terakhir Arema FC.

Di antaranya saat melawan Madura United dan Persita Tangerang.

Motivasi pemain berusia 30 tahun itu semakin meningkat karena memahami sejarah panjang rivalitas Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Dalberto mengatakan, saat masih berkiprah di Brasil, dia pernah dihadapkan persaingan seperti itu.

”Kalau di Brasil, rivalitas itu membuat striker menjadi lebih tajam,” ujarnya.

Bermodal semangat itu, selama persiapan dia terus mengasah kemampuannya finishing.

Pada latihan kemarin dia memperbanyak tendangan dari luar kotak penalti dan menerima umpan silang.

Dirinya juga mempelajari lini belakang lawan.

Tapi, menurutnya paling penting pada laga sore nanti Arema FC meraih kemenangan.

Hal itu diperlukan untuk tembus posisi tiga besar.

”Kepentingan tim adalah yang paling utama,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Tim Arema FC Wiebie Dwi Andriyas berharap, semua pemain bisa memberikan penampilan terbaik di laga nanti sore.

Dia melihat, sudah enam tahun Singo Edan tidak pernah menang atas Persebaya di Surabaya.

”Jika Tuhan berkehendak, saya yakin ini merupakan momentum kami,” ujar dia.

Keyakinan Owner NZR Grup itu bukannya tanpa alasan.

Arema FC berhasil menang dalam tiga pertandingan berturut-turut.

Karena itu, dia percaya pemain lini depannya bisa unjuk gigi dan membawa pulang tiga poin.

”Statistik kurang baik selalu memberi motivasi tambahan untuk kami,” katanya.

Dia yakin, catatan negatif bisa diputar balik penggawa Singo Edan. (tio/gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#stadion gajayana #arema vs persebaya #Striker Arema FC #Kota Malang