Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Terbuka untuk Kelola Stadion Gajayana, Sambut Positif Rencana Pemkot Malang

Galih R Prasetyo • Selasa, 10 Desember 2024 | 17:46 WIB
INGIN BERMAIN DI MALANG: Flabio Soares (kiri) berebut bola dengan Samuel Balinsa dalam sesi latihan di Stadion Gajayana, kemarin.
INGIN BERMAIN DI MALANG: Flabio Soares (kiri) berebut bola dengan Samuel Balinsa dalam sesi latihan di Stadion Gajayana, kemarin.

MALANG KOTA - Rencana Pemkot Malang membuka opsi Stadion Gajayana dikelola Arema FC disambut baik manajemen Singo Edan.

Arema FC melihat, rencana tersebut menjadi hal yang positif.

Itu karena, sebelum berkandang di Stadion Soepriadi, Blitar, Arema FC ingin menggunakan Stadion Gajayana.

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi mengatakan, klub selalu punya keinginan bertanding di Kota Malang.

Alasannya, Singo Edan punya history yang panjang saat bermain di Stadion Gajayana.

Salah satunya, menjadi juara era Galatama pada musim 1992/1993.

Stadion berada di Kota Malang itu menjadi kandang Singo Edan saat tampil di Liga Champions Asia pertama kali tahun 1993 lalu.

Stadion Gajayana juga jadi saksi tim berjuang promosi ke divisi utama pada 2005 lalu.

”Sebenarnya sudah dari tahun lalu kami intens berkomunikasi dengan Pemkot Malang untuk pengelolaan Stadion Gajayana,” tutur pria yang akrab disapa Inal itu.

Namun, rencana itu urung terlaksana karena sejumlah hal.

Alhasil, saat kembali ada wacana untuk mengelola Stadion Gajayana, mereka siap membuka komunikasi lagi.

Menurutnya, pengelolaan stadion tidak bisa dilakukan sembarangan.

Itu karena, ada aspek-aspek yang perlu disepakati.

Apalagi tahun depan Stadion Gajayana digunakan event Porprov Jatim.

Lalu, butuh perbaikan untuk membuatnya bisa digunakan untuk Liga 1.

Dia mencontohkan Stadion Soepriadi, untuk membuatnya standar BRI Liga 1 perlu dilakukan perbaikan.

Mulai dari lapangan, askes keluar masuk penonton dan tim, pencahayaan, sampai keamanan.

”Artinya, perlu proses yang baik. Tidak bisa dilakukan secara terburu-buru,” katanya.

Pada saat menggunakan Stadion Soepriadi, Inal menyebut, terbantu pihak pihak terkait mulai Pemkot Blitar, pihak Kepolisian Blitar, sampai Aksot PSSI Blitar.

Alhasil, proses pengelolaan berjalan lancar.

Disinggung Stadion Gajayana butuh banyak perbaikan untuk laga Liga 1, dia melihat bukan sebuah masalah.

Sebab, sudah menjadi tanggung jawab pengelola untuk memperbaikinya.

Tentunya, apabila manajemen Arema FC, Gajayana bakal dipermak.

Meski begitu, Inal mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa melakukan komunikasi yang lebih intens dengan Pemkot Malang.

Itu karena, klub masih fokus menjalani sisa pertandingan di paro pertama BRI Liga 1 musim ini.

”Awal tahun depan, kemungkinan sudah bisa kami proses,” jelas mantan manajer bisnis Arema FC itu.

Lalu bagaimana dengan Stadion Kanjuruhan?

Inal mengatakan, sampai saat ini belum ada kabar mengenai izin penggunaan stadion.

Karena itu, mereka cukup memperhitungkan untuk mengelola Stadion Gajayana.

Meski nanti butuh melakukan banyak perbaikan.

Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli menyambut baik rencana kembali bermain di Malang.

Dia yakin, hal tersebut akan punya efek positif untuk tim.

”Bermain di rumah sendiri dan didukung langsung Aremania menjadi impian kami,” katanya. (tio/gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #Kelola #stadion gajayana