BLITAR- Sejarah panjang tidak pernah kalah dari Persis sejak kompetisi musim 2007/2008 ingin dilanjutkan penggawa Arema FC dalam laga nanti sore.
Julian Guevara dkk tidak ingin catatan positif itu ternoda.
Sebab, saat kalah usaha Singo Edan tembus tiga besar akan sulit diwujudkan.
Arema FC saat ini mengoleksi 21 poin.
Jumlah itu belum membuat posisi Singo Edan di papan tengah aman.
Penyebabnya, poin itu sama dengan kesebelasan yang berada di bawah mereka.
Pada pertemuan terakhir, Singo Edan berhasil mengalahkan Laskar Sambernyawa dengan skor 2-0.
Capaian positif itu terjadi saat kedua tim bertemu di Piala Presiden 2024.
Charles Lokolingoy menjadi pencetak gol Singo Edan waktu itu.
Peluang Arema FC menang saat melawan Persis Solo dalam laga nanti sore terbuka lebar.
Itu karena, tim bermarkas di Stadion Manahan, Solo, itu mempunyai rekam jejak negatif saat menjalani laga tandang.
Persis tidak pernah menang saat bermain di kandang lawan sepanjang musim ini.
Statistik mereka, dari tujuh kali away, Ramadhan Sanata dkk enam kali kalah dan sekali imbang.
Pemain Arema FC Wiliam Marcilio berambisi meneruskan catatan apik itu.
Menurutnya, semua elemen tim Singo Edan sudah mempersiapkan diri dengan baik.
”Kami membenahi kekurangan tim seusai kalah pada laga pekan lalu,” katanya.
Dia mengatakan, akan memberikan performa terbaik.
Misinya membayar lunas kekalahan atas Persebaya.
”Kami akan bekerja keras, karena tidak ingin mengecewakan Aremania lagi,” ucap pemain asal Brasil itu.
Mantan pemain Naxxar Lions itu menjelaskan, Arema FC merupakan tim yang besar.
Karena itu, mereka tidak boleh kalah lagi.
Apalagi, dalam laga pekan ke-14 nanti bermain di hadapan pendukung sendiri.
Senada dengan Wiliam, Pablo Oliveira mengatakan, tidak ingin terus menyesali hasil negatif lawan Persebaya.
Menurutnya, timnya akan bangkit nanti sore.
”Kami harus tebus kekalahan lalu, dengan dapat tiga poin di kandang,” tutur Pablo.
Secara pribadi dirinya sudah introspeksi terkait penampilan lawan Persebaya.
Menurutnya, ingin bermain lebih baik saat lawan Persis nanti. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana