RADAR MALANG - Harga pasaran pemain diaspora Indonesia mengalami perubahan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Beberapa pemain mengalami penurunan harga yang cukup drastis, sementara yang lain tetap stabil atau bahkan meningkat.
Thom Haye, gelandang kreatif yang bermain untuk Almere City, mengalami penurunan harga pasar yang cukup signifikan.
Pada Mei 2024, nilai pasar Haye berada di angka Rp52,14 miliar.
Namun, pada pembaruan terbaru, nilainya turun hingga Rp26,07 miliar, atau berkurang setengahnya.
Penurunan ini diduga terkait dengan performa di klub dan kurangnya kontribusi signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Mees Hilgers, bek tengah yang bermain untuk Twente, juga mengalami penurunan harga pasar.
Pada pembaruan terakhir, nilai pasar Hilgers turun dari Rp173,82 miliar pada Oktober 2024 menjadi Rp156,43 miliar pada Desember 2024.
Penurunan ini menunjukkan fluktuasi normal yang sering dialami pemain muda dalam dunia sepak bola profesional.
Ole Romeny, penyerang yang bermain untuk FC Utrecht, juga mengalami penurunan harga pasar.
Pada pembaruan terakhir, nilai pasar Romeny turun dari Rp26,07 miliar pada Oktober 2024 menjadi Rp22,60 miliar pada Desember 2024.
Penurunan ini diduga terkait dengan performa di klub dan kurangnya kontribusi signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Perubahan harga pasaran pemain diaspora Indonesia ini menunjukkan betapa dinamisnya dunia sepak bola.
Performa di lapangan, cedera, dan faktor lainnya dapat mempengaruhi nilai pasar seorang pemain.
Oleh karena itu, para pemain harus terus berusaha untuk menunjukkan performa terbaik mereka agar nilai pasar mereka tetap tinggi. (Dwi Jaya Saputra)
Editor : Aditya Novrian