MALANG KOTA - Laga melawan PSBS Biak, besok sore (21/12), mempunyai kesan yang berbeda untuk Samuel Balinsa dari Arema FC.
Untuk pertama kali musim ini, pemain Arema FC itu akan menghadapi tim asal tanah kelahirannya.
Balinsa bersama Arema FC juga akan bereuni dengan sejumlah sahabatnya yang saat ini bermain di kesebelasan berjuluk Badai Pasifik itu.
Kepada Jawa Pos Radar Malang Balinsa mengatakan, mengenal dengan baik hampir semua pemain di PSBS Biak.
Itu karena, mayoritas pemain-pemain di sana berasal dari satu daerah dengannya.
Yaitu, di Kota Jayapura, Provinsi Papua.
”Mulai dari pemain sampai pelatih saya kenal semua,” ungkap atlet berusia 30 tahun itu.
Balinsa mengatakan, beberapa penggawa di skuad Badai Pasifik merupakan teman dekatnya.
Di antaranya, Todd Ferre dan Jhon Pigai.
Bersama mereka, membela tim sepak bola PON Papua pada 2021 lalu.
Tidak hanya itu, Balinsa juga bersahabat dengan staf pelatih PSBS Biak.
Salah satunya, Asisten Pelatih Elie Aiboy.
Dia mengatakan, mempunyai hubungan baik saat masih bernaung di klub Persewar Waropen.
Pada tahun 2023 lalu, berjuang bersama mantan pemain Timnas Indonesia itu di kompetisi Liga 2.
Karena kedekatan itu, beberapa waktu lalu Balinsa sudah mulai digoda rekannya di PSBS Biak.
Menurutnya, dia mendapat pesan untuk mentraktir sahabatnya seusai laga.
Dia juga psywar sembari berncana, menyebut tim tamu akan sulit menang di Stadion Soepriadi, Blitar, besok.
Karena mengenal orang-orang di dalam skuad PSBS Biak, Balinsa memprediksi laga besok akan berjalan ketat.
Kekuatan lawan dengan timnya hampir seimbang.
Balinsa mengatakan, lini serang dan pertahanan Badai Pasifik sangat rapi.
Itu karena, mereka mempunyai pemain-pemain yang bagus.
Karena itu, tidak boleh meremehkan klub identik kostum biru itu.
Tapi, Balinsa tetap yakin, Singo Edan bisa membawa tiga poin.
Apalagi, mereka bermain di kandang Stadion Soepriadi, Blitar.
Karena itu, dia fokus untuk memberikan performa terbaiknya di laga nanti.
”Saya profesional. Meski dari Papua, tapi saat ini saya bagian dari Arema,” ucapnya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana