MALANG KOTA - Status Lucas Frigeri sebagai kiper sulit dibobol dari tendangan penalti semakin kuat.
Penyerang PSBS Biak Alexsandro menjadi pemain ketiga yang tendangannya dari titik putih berhasil dihalau, Sabtu lalu (20/12).
Saat ini, dia menjadi penjaga gawang di BRI Liga 1 paling banyak melakukan save penalti.
Sampai pekan ke-16, mantan kiper Madura United itu sudah menghadapi tiga kali momentum penalti.
Dalam waktu itu, hanya penyerang Persebaya Surabaya Flavio Silva yang berhasil membobol gawang nya dari titik putih.
Sebelum berhasil menghalau tendangan 12 pas pemain PSBS Biak, terlebih dahulu dia menggagalkan penalti penyerang Malut United.
Saat itu, algojo dari tim promosi itu adalah Victor Mansaray.
Performa bagus tersebut, melanjutkan penampilan di Piala Presiden.
Selama turnamen itu, dia melakukan dua kali save penalti.
”Saya sangat senang bisa menggagalkan penalti lalu membantu tim menang,” ujar Frigeri kepada Jawa Pos Radar Malang, kemarin.
Menurutnya, aksi yang dilakukannya itu merupakan buah kerja keras selama latihan.
Bersama dua kiper Singo Edan lainnya terus meningkatkan performa setiap hari.
”Jadi sebelum pertandingan, kami selalu latihan menahan tendangan penalti,” ungkap kiper berusia 35 tahun itu.
Umumnya eksekutor penalti yang dia hadapi semua pemain yang ada di skuad Arema FC.
Frigeri menyebut, penalti menjadi materi latihan yang selalu diberikan tim pelatih.
Tidak hanya itu, sebelum pertandingan umumnya dia juga mempelajari pemain lawan yang menjadi algojo penalti.
Dua aspek yang dipelajari.
Pertama, style atau kebiasaan melakukan penalti.
Kedua, arah dan power tendangan.
”Setiap lawan kami antisipasi dengan cara tidak sama,” katanya.
Dia mencontohkan, saat lawan PSBS Biak lalu.
Kebiasaan yang dia pelajari dari Alexsandro, selalu menempatkan bola ke kanan kiper.
Karena itu, dia berusaha bergerak lebih cepat ke sudut itu.
Namun, momentumnya harus menunggu sampai dia melakukan eksekusi penalti.
Terlalu cepat, membuat lawan bisa mengubah arah tendangan.
Meski begitu, Lucas merasa belum puas dengan pencapaian itu.
Sebab, dia masih belum bisa mencatatkan nirbobol.
Target selanjutnya, bisa clean sheets saat lawan Semen Padang, 27 Desember nanti.
Di tempat terpisah, Pelatih Kiper Arema FC Tiago Simoes mengatakan, aksi yang dilakukan Frigeri membuktikan bahwa dia merupakan salah satu kiper terbaik di Indonesia saat ini.
”Saya tahu dia sungguh sungguh bekerja keras selama ini,” ujarnya.
Menurut Tiago, penyelamatan Frigeri dan kemenangan Singo Edan menjadi bukti tim mereka masih solid dan fokus.
Meski sebelum laga pekan ke-16 menghadapi beberapa guncangan.
Mulai cedera pemain, sampai pemberhentian pelatih kepala.
”Kemenangan di laga itu membuat kami bisa menjawab keraguan banyak orang,” tuturnya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana