MALANG KOTA- Kemenangan atas PSBS Biak, Sabtu lalu (21/12) tidak membuat Arema FC terlena. Mereka terus memperbaiki kekurangan tim.
Saat ini, aspek yang menjadi fokus tim pelatih Singo Edan kebugaran para pemain.
Thales Lira dkk dituntut tampil fit 100 persen dalam laga lawan Semen Padang, 27 Desember nanti.
Itu karena, calon lawan mereka itu diprediksi tampil agresif saat bermain di rumah sendiri.
Alhasil, butuh kerja keras sepanjang laga sebagai antisipasi.
Pelatih Caretaker Arema FC Kuncoro mengatakan, pihaknya berusaha mempersiapkan aspek itu.
Tujuannya, supaya tidak kehabisan bensin saat sepanjang laga dipaksa tampil cepat.
”Sebelum lawan Semen Padang ada waktu enam hari, jadi kami akan manfaatkan dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Jeda pertandingan itu lebih panjang dari laga Arema FC sebelumnya.
Saat lawan Persik, 16 Desember lalu, Julian Guevara dkk hanya punya waktu tiga hari bersiap.
Sedangkan sebelum lawan Persebaya, penggawa Singo Edan hanya punya recovery empat hari.
Mantan pemain Persija Jakarta itu yakin, saat semua penggawa tim bugar akan membantu Arema FC mencuri poin di Padang.
Dasar keyakinannya, saat fisik baik akan menunjang mental dan strategi yang diterapkan di lapangan.
”Kami juga punya pemain-pemain berkualitas di tim ini,” kata dia.
Kuncoro menjabarkan, penurunan fisik menjadi salah satu penyebab Arema FC sering kebobolan saat menit akhir.
Karena itu, pemain lengah dan lawan bisa memanfaatkannya untuk membuat gol.
Meski begitu, recovery menjadi menu latihan yang dilahap pemain yang tampil penuh dalam laga lawan PSBS Biak lalu.
Itu diberikan, supaya para pemain tidak over latihan atau kelelahan.
”Kami perhatikan hal itu, karena tidak ingin ada yang cedera,” katanya.
Di tempat terpisah, Pemain Arema FC Dalberto Luan Belo mengatakan, tidak ingin berpuas diri seusai menang dari PSBS Biak.
Menurutnya, dia dan elemen tim harus tetap fokus untuk menatap laga selanjutnya.
”Kami harus bekerja keras demi kembali mendapatkan tiga poin,” tuturnya.
Secara pribadi, dia melakukan sejumlah perbaikan.
Mulai dari mengasah kemampuan penyelesaian akhir dan pemulihan. (tio/gp)
Editor : Aditya Novrian