CERITA tidak menyenangkan dirasakan pendukung Arema Indonesia, kemarin.
Niat mereka mendukung tim pujaan dalam laga perdana Liga 4 bertepuk sebelah tangan.
Laga Arema Indonesia melawan Blayu FC di Stadion Gajayana, ditunda kemarin.
Penundaan itu seusai turunnya surat pemberitahuan dari Asprov PSSI Jatim, Minggu lalu (5/1).
Federasi sepak bola tingkat provinsi itu menunda semua pertandingan di grup G Liga 4 Jatim.
Wakil Ketua Asprov PSSI Jawa Timur Amir Burhannudin menjelaskan, keputusan itu mereka ambil berdasar surat dari PSSI pusat pada hari yang sama.
Mereka diminta untuk menghentikan semua pertandingan yang melibatkan pihak-pihak tujuan somasi penggunaan nama Arema oleh PT AABBI.
”Jadi bukan hanya yang berlaga di Liga 4. Tapi juga dengan akademi dan SSB kemarin yang mendapatkan somasi,” jelasnya.
Amir mengatakan, dalam surat itu belum dipastikan kapan laga tunda itu akan digulirkan.
Menurutnya, tergantung pihak yang menjadi sasaran somasi yaitu Arema Indonesia.
Apakah bisa menaati untuk tidak menggunakan nama Arema.
Asprov PSSI Jatim menegaskan sebagai pihak yang disomasi, tidak ingin terdampak konsekuensi hukum yang lebih luas.
Meski begitu, Amir mengatakan, pihaknya tetap memperhatikan tiga klub lain di grup G.
Di antaranya Blayu FC, Mojosari Putra FC, dan Suryanaga Connection.
”Kami akan meeting dengan tiga klub ini, supaya mereka tetap bisa bertanding,” jelas dia.
Media Officer Arema Indonesia Aldiano Modal mengatakan, keputusan yang diambil PSSI begitu mendadak.
Itu karena, diberitahukan h-1 sebelum pertandingan dimulai.
”Padahal izin sudah kami urus dan sudah siap untuk technical meeting,” ujar dia.
Aldiano menjelaskan, pihaknya sudah menuruti untuk mengganti nama sementara.
Supaya Liga 4 bisa berjalan.
Mulai dari Arek Malang Indonesia lalu Aremalang Indonesia. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana