“Karena saya bermain di budaya yang berbeda. Tentunya tidak bisa langsung memaksakan kemauan (taktik, red) saya,”
ZE GOMES
Pelatih Kepala Arema FC
MALANG KOTA- Pelatih anyar Arema FC Ze Gomes langsung gerak cepat seusai resmi menjadi nakhoda tim.
Dia tidak mau anak asuhnya kurang waktu melakukan adaptasi skema permainan yang dia terapkan.
Sejak kemarin (7/1), Thales Lira dkk mulai menerjemahkan taktik dari pelatih asal Portugal itu.
Sebagai penunjang upaya itu, hari ini penggawa Singo Edan akan menggelar internal game.
Lapangan Wonoayu di Wajak, Kabupaten Malang, menjadi tempat penerapan program tersebut.
Itu menjadi kali ketiga penggawa Arema FC berlatih di sana musim ini.
Asisten Pelatih Arema FC Siswantoro mengatakan, Ze Gomes sudah memimpin latihan tim sebanyak tiga kali.
Menurutnya selama waktu itu, juru taktik berlisensi UEFA Pro sudah menyiapkan fondasi.
Mulai dari memperkenalkan skema permainan yang dia inginkan.
Sampai melakukan latihan fisik di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Senin lalu (6/1).
”Semua aspek sudah lengkap, tinggal penerapannya taktik saja saat nanti,” jelas Siswantoro.
Dia melihat, Arema FC tidak bisa menunda untuk masuk ke aspek itu.
Penyebabnya, laga pertama di BRI Liga 1 putaran kedua berlangsung, 11 Januari nanti.
Sebelumnya, terakhir kali penggawa Singo Edan berlaga di kompetisi terjadi pada 27 Desember 2024 lalu.
Artinya, Dendi Santoso dkk tidak bertanding selama 10 hari.
”Para pemain juga perlu merasakan atmosfer pertandingan kembali,” jelas mantan pelatih Persekam Metro FC itu.
Internal game dilihatnya juga akan membantu pemain dan tim pelatih mengetahui kekurangan dan kelebihan tim.
Termasuk, gambaran game plan yang diterapkan Ze Gomes.
Seusai melakukan internal game di Lapangan Wonoayu, Arema FC akan fokus melakukan pemantapan teknis.
Mulai finishing sampai menyiapkan skema melawan Dewa United.
Baru setelah itu akan bertolak ke Bogor.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes mengatakan, tidak membuat banyak perubahan terkait skema permainan.
Menurutnya, akan mempertahankan karakter permainan yang selama ini sudah diterapkan.
Dirinya tidak keberatan Julian Guevara cs bermain agresif dan keras.
”Karena saya bermain di budaya yang berbeda. Tentunya tidak bisa langsung memaksakan kemauan (taktik, red) saya,” tuturnya.
Pelatih berusia 48 tahun itu mengatakan, tidak kesulitan untuk mengenal karakter permainan Arema FC.
Itu karena, dia dibantu staf pelatih yang merupakan mantan pemain Singo Edan.
”Saya percaya diri bisa mendapat hasil yang maksimal,” jelasnya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana