MALANG KOTA – Penonton yang memadati GOR Ken Arok dibuat harap-harap cemas hingga menit menit akhir laga antara Unggul FC Malang kontra Rafhely FC, kemarin sore (11/1).
Semenit jelang pertandingan usai, skor masih imbang 3-3.
Ketika Wellington Pereira bersiap menendang penalti, mayoritas penonton tampak terdiam.
Mereka khawatir eksekusi itu tidak berbuah gol, seperti dua sepekan penalti sebelumnya.
Beruntung, kekhawatiran itu tak menjadi kenyataan.
Pemain asing Unggul FC asal Brazil itu berhasil menyarangkan bola ke pojok kiri gawang Rafhely FC.
Skor pun berubah menjadi 4-3, dan bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Hasil kemarin membuat Unggul FC Malang mencatatkan tiga kemenangan beruntun.
Sebelumnya, dua laga pada pekan pertama juga bisa disapu bersih mereka.
Yakni pertandingan kontra Halus FC dan Moncongbulo FC.
Pelatih Kepala Unggul FC Malang Joao Almeida mengakui, kemenangan kemarin tidak diraih dengan mudah.
Itu karena Rafhely FC bermain dengan baik dan solid.
”Mereka juga sangat agresif di lapangan,” tuturnya.
Klub asal Padang itu memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah.
Muhammad Sanjaya dkk selalu bisa membalikkan keadaan.
Seperti pada babak pertama.
Meski ketinggalan dua gol, mereka mampu menyusul.
Namun Armia Zainul bisa menutup babak pertama dengan golnya.
Jadilah skor 32 mengakhiri paro pertama.
Pada babak kedua, setelah laga berjalan delapan menit, Rafhely FC kembali mengejar ke tertinggalan dan menyamakan kedudukan.
Meski begitu, Unggul FC tetap bisa menutup laga dengan kemenangan.
Joao Almeida tak menampik bahwa dukungan suporter menjadi suntikan motivasi tambahan.
”Lawan memang kuat, tapi pemain kami adalah pahlawan di rumahnya sendiri,” tutur dia.
Laga kemarin sore juga mencuatkan nama Andres Josue Teran sebagai man of the match.
Kemenangan itu mempunyai arti penting bagi timnya.
Itu karena, mentalitas dan kepercayaan diri pemainnya turut meningkat.
Dan, bisa menjadi modal mereka untuk melawan Cosmo JNE pada sore ini (15.00 WIB).
Pelatih asal Portugal itu mengatakan, lawan mereka nanti adalah tim yang kuat.
Menurut dia, Cosmo JNE adalah salah satu favorit juara di PFL musim ini.
Karena itu, timnya harus mempersiapkan diri secara maksimal.
Salah satu yang menjadi sorotannya yakni fokus pemain saat bertahan.
Itu karena, Rafhely dan Cosmo JNE mempunyai karakter permainan yang serupa.
Kedua tim cukup baik dalam melakukan transisi.
Ditambah, mereka mempunyai pemain-pemain yang ngotot dan agresif.
”Kami harus memperbanyak penguasaan bola dan mengontrol permainan,” tutur dia.
Joao berharap dukungan dari ribuan suporter seperti kemarin bisa tersaji lagi pada sore nanti.
Sementara itu, Pelatih Kepala Rafhely FC Qusmaini Noor Bin Rusli menyebut bahwa tim nya sudah bermain dengan baik.
Mereka mampu memberikan perlawanan kepada Unggul FC Malang.
”Sayangnya ada kesalahan kesalahan pada akhir pertandingan yang membuat kami tertinggal,” jelas dia.
Pelatih yang berasal dari Negeri Jiran itu mengakui, rentetan kesalahan itu terjadi akibat perubahan strategi di timnya.
Itu cukup berdampak negatif bagi permainan timnya.
”Pemain kami juga banyak yang masih baru, jadi mentalitasnya masih kurang,” jelas Qusmaini.
Dengan hasil itu, Unggul FC Malang mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara PFL.
Mereka mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan.
Sudah 15 gol yang dilesatkan para penggawa klub asal Malang itu. (tio/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana