PERSIAPAN Tim Futsal Putri Kota Malang untuk Porprov Jatim tidak berjalan mulus.
Mereka kesulitan untuk menggelar laga uji coba.
Akibatnya, berpotensi mengganggu mentalitas dan skill pemain jika terus terjadi.
Baca Juga: Futsal Putri Kota Malang Performa Positif sebelum Porprov Jatim
Manajer Tim Futsal Putri Kota Malang Christian Teguh Prasetyo mengatakan, penyebab kondisi itu mayoritas daerah di Jatim tidak mempunyai tim yang siap.
Menurutnya, tidak ada tim yang benar benar berkualitas.
Karena itu, mereka tidak mempunyai partner tanding yang seimbang.
Baca Juga: Rp 7,3 Miliar untuk Bonus Atlet Porprov IX Jatim
”Kalau uji coba tentu kami cari yang setara atau lebih kuat,” jelasnya.
Tujuannya, supaya para penggawa tim bisa menambah jam terbang.
Christian mengatakan, sejatinya problem itu bisa diatasi dengan menggelar uji coba melawan daerah di luar Jawa Timur.
Namun, mereka terkendala anggaran.
Akibatnya, belum bisa mencari alternatif lain.
Menurutnya, untuk melakukan latihan bersama memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Mulai dari biaya transportasi ke luar kota, penginapan, dan makan.
”Bagaimana bisa mampu, sewa lapangan untuk latihan rutin yang hanya perlu Rp 400 ribu saja masih susah saat ini,” jelas dia.
Karena itu, tim futsal putri Kota Malang baru menggelar satu kali uji coba sampai saat ini.
Mereka melawan tim dari Gresik beberapa waktu lalu.
Christian berharap, KONI Kota Malang bisa lebih perhatian kepada kebutuhan cabor untuk melakukan uji coba.
Apalagi, Porprov Jatim 2025 tinggal beberapa bulan lagi.
”Selama ini kami selalu sendiri dan berdarah darah untuk mempersiapkan para atlet,” tutur dia. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana