Optimistis Skuad Lama Mampu Bersaing
MALANG KOTA- Bursa transfer BRI Liga 1 paro musim sudah berakhir Rabu lalu (15/1).
Singo Edan kembali pasif dalam momentum tersebut.
Mereka tercatat, hanya mendatangkan dua penggawa anyar berstatus young guns.
Sosok itu adalah Aswin dan Brandon Scheunemann.
Aswin merupakan pemain jebolan PON 2024.
Sedangkan Brandon merupakan eks penggawa PSIS Semarang dan Persipura Jayapura.
Pasif di bursa transfer paro musim bukan pertama dilakukan manajemen Arema FC.
Pada musim 2023/2024 lalu, Singo Edan juga melakukan langkah serupa.
Pada waktu itu, hanya mendatangkan dua pemain anyar.
Dalam empat musim terakhir, Arema FC banyak mendatangkan pemain pada bursa transfer paro musim 2022/2023.
Saat itu, mereka melepas tiga pemain, merekrut enam amunisi anyar (selengkapnya baca grafis).
Lantas, apa yang menjadi penyebab Arema FC tidak bergairah pada bursa transfer paro musim 2024/2025?
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, ada dua faktor menjadi penyebabnya.
Pertama, tim pelatih melihat skuad yang ada sudah solid dan mampu bersaing.
Menurutnya, dalam momentum saat ini yang terpenting bukan kuantitasnya, tapi kualitasnya.
Klub dilihatnya bisa merugi, saat jor-joran dengan pemain baru tidak sesuai kebutuhan tim.
”Istilah manajemen, tim saat ini sudah jadi,” ungkapnya kepada wartawan koran ini, kemarin.
Analogi itu merujuk kemampuan skuad Arema FC yang memenuhi beberapa aspek untuk mengarungi sisa kompetisi.
Di antaranya, kompetitif, punya kedalaman skuad baik, suasana tim positif, dan solid di semua lini.
Pria kerap disapa Inal itu mengatakan, laga melawan Dewa United tidak bisa menjadi patokan.
Alasannya dalam 18 laga BRI Liga 1, tim mampu catatan statistik lebih baik dibandingkan musim lalu.
Mulai torehan gol, kemenangan, sampai jumlah kekalahan.
Sedangkan alasan kedua manajemen Arema FC pilih pasif di bursa transfer paro kedua, akibat kesulitan mendatangkan pemain anyar.
Menurutnya merekrut penggawa lokal berkualitas sangat berat.
Apalagi yang berstatus penggawa Timnas Indonesia.
”Ya karena mereka masih terikat kontrak sampai akhir musim dengan tim yang saat ini dibela,” jelas Inal.
Selain itu, penggawa penggawa incaran tersebut merupakan skuad utama di timnya.
Karena itu, sulit bernegosiasi.
Menurutnya, ada sejumlah pemain yang menjadi incaran.
Tapi, Arema FC tidak bisa melangkah ke tahap negosiasi.
Penyebabnya, pemain bidikan berkomitmen dengan klubnya.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes tidak gusar dengan situasi itu.
Menurutnya, skuad yang ada mempunyai kualitas.
”Sekarang, kami hanya perlu terus fokus dan meningkat,” katanya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana