Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3 Borneo FC VS Arema FC 1, 22 Berbanding 6 Tembakan ke Gawang

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 20 Januari 2025 | 18:00 WIB
KALAH DOMINAN: Midfielder Arema FC Julian Guevara (kanan) berebut bola dengan bek kanan Borneo FC Alfharezi Buffon pada pertandingan di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin (19/1).
KALAH DOMINAN: Midfielder Arema FC Julian Guevara (kanan) berebut bola dengan bek kanan Borneo FC Alfharezi Buffon pada pertandingan di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin (19/1).

BALIKPAPAN – Arema FC gagal memutus tren negatif pada awal paro kedua BRI Liga 1 musim ini. 

Kemarin (19/1), tim Singo Edan ditaklukkan Borneo FC Samarinda di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Skor 3-1 menjadi bukti ketidakberdayaan Dalberto Luan Belo dan kawan-kawan atas tim tuan rumah. 

Hasil mengecewakan itu membuat peringkat klasemen Arema FC semakin merosot di dua pekan awal putaran ini. 

Saat ini mereka berada di posisi 10 klasemen dengan koleksi 28 poin. 

Turun satu peringkat dari pekan lalu. 

Padahal, Arema FC mampu menuntaskan paro pertama di posisi ke-5. 

Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes menjelaskan, timnya masih mengalami kendala yang sama seperti laga kontra Dewa United pada 11 Januari lalu. 

Para penggawa Arema FC belum bisa bermain dengan baik pada babak pertama. 

Itu karena strategi yang telah disusun tidak bisa berjalan.

Akibatnya, lawan mampu mengeksploitasi kelemahan itu dan mencetak gol. 

Pada pertandingan kemarin, gawang Lucas Frigeri langsung jebol dua kali di babak pertama. 

Diantaranya oleh Stefano Lilipaly pada menit ke-26 dan oleh Habibi Yusuf 19 menit kemudian. 

”Pada babak kedua kami mencoba mengubah strategi,” jelas Gomes. 

Salah satunya dengan melakukan perubahan komposisi pemain.

Wiliam Marcilio, Samuel Balinsa, dan Bayu Aji masuk untuk menambah daya gedor Arema FC. 

Taktik itu akhirnya berhasil. 

Dalberto Luan Belo menciptakan gol pada menit ke-49. 

Tapi, lini depan yang mulai bertaji tidak diikuti oleh sektor pertahanan. 

Akibat nya, Borneo FC kembali melebarkan jarak keunggulan dengan gol kedua Lilipaly di menit ke-62. 

”Bagi saya, Borneo FC adalah lawan paling sulit selama di Indonesia,” tutur juru taktik asal Portugal itu. 

Sebab, klub berjuluk Pesut Etam itu benar-benar tampil dominan dengan menciptakan 20 peluang dan 22 tembakan ke gawang. 

Sementara Arema FC hanya mampu membuat 11 peluang dan enam kali tembakan on target. 

”Saya minta maaf kepada seluruh Aremania karena hasil yang kurang maksimal ini,” imbuh pelatih berusia 48 tahun itu. 

Pada pertandingan selanjutnya, Arema FC akan menghadapi pemuncak klasemen Persib Bandung. 

Tim Singo Edan akan bermain di home base Stadion Soepriadi, Blitar, pada 24 Januari mendatang. 

Arti nya, mereka hanya mempunyai waktu persiapan sebanyak empat hari. 

Di kubu lawan, Pelatih Kepala Borneo FC Joaquin Gomez berterima kasih kepada pada staf dan pemain yang sudah membantunya memenangkan laga kemarin. 

Apalagi mereka hanya mempunyai waktu persiapan selama tiga hari untuk menghadapi Arema FC. 

”Saya sangat senang kami bisa mendapatkan tiga poin,” tutur Joaquin. 

Dia menilai Borneo FC merupakan tim yang sangat komplit. 

Pelatih asal Spanyol itu tinggal memaksimalkan kualitas setiap pemain saja supaya bisa bangkit dari tren negatif. 

Dimana sebelumnya mereka selalu kalah dalam tiga pertandingan. 

”Di pertandingan ini saya coba menurunkan pemain muda dan mereka tampil baik,” tuturnya. 

Joaquin mengatakan, kemenangan ini menjadi awal yang positif untuk kariernya bersama Borneo FC di Indonesia. 

Dia berharap timnya tidak berpuas diri. 

Melainkan terus berkembang menjadi lebih baik kedepannya. (tio/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Balikpapan #Arema FC #BRI Liga 1 #Tren Negatif #borneo fc #stadion batakan #Singo Edan