Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Start Pelatih Arema FC Ze Gomes Paling Berat

Galih R Prasetyo • Rabu, 22 Januari 2025 | 00:00 WIB
DIUJUNG TANDUK: Ze Gomes (kiri) memberikan instruksi dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya, pekan lalu. SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG
DIUJUNG TANDUK: Ze Gomes (kiri) memberikan instruksi dalam sesi latihan Arema FC di Lapangan Universitas Brawijaya, pekan lalu. SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG

Pelatih Anyar Pertama Kalah di Dua Laga Awal 

MALANG KOTA - Menerima tantangan sebagai pelatih pengganti di Arema FC bukan pekerjaan yang mudah. 

Sejak BRI Liga 1 musim 2022/2023 lalu, nakhoda baru kerap memulai perjalanan bersama Singo Edan dengan terseok-seok. 

Dari lima juru taktik pengganti, hanya dua yang mampu sapu bersih dua laga awal dengan kemenangan. 

Lantas, bagaimana statistik Ze Gomes dibandingkan dengan pelatih pengganti sebelumnya? 

Mantan nakhoda Academica Coimbra tersebut mempunyai start paling berat. 

Dia menjadi juru taktik baru pertama yang merasakan dua kekalahan beruntun saat memulai kompetisi. 

Sebagai pengingat, laga pertama Arema FC dengan Ze Gomes berakhir dengan kekalahan 0-2 dari Dewa United.

Minggu lalu (19/1), kalah 1-3 dari Borneo FC. 

Namun, laga awal Ze Gomes lebih berat dibandingkan pelatih pengganti sebelumnya. 

Fernando Valente misalnya.

Dua laga awal sebagai nakhoda Singo Edan, dia menghadapi Persikabo 1973 dan Bhayangkara FC yang tengah dalam performa negatif saat itu. 

Meski begitu, merujuk klausul kontraknya dengan manajemen Arema FC, nyawa Ze Gomes tinggal satu sekarang. 

Kekalahan melawan Persib Bandung, 24 Januari nanti bisa membuatnya kehilangan posisi sebagai nakhoda Singo Edan. 

Berada di situasi yang sulit, Ze Gomes enggan untuk menyerah. 

Menurutnya, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki semua hal. 

Karena itu, dia akan berusaha menghadapinya bersama tim. 

”Saya selalu percaya, tim ini selalu berkembang dan ingin menang,” kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu. 

Dia melihat, kekalahan di laga lalu tidak akan membuat tim terus terpuruk. 

Tapi, akan berusaha lebih keras untuk segera bangkit. 

Gomes merasa laga-laga yang berat memberi dorongan positif. 

Para pemain bisa belajar dan berkembang seusai merasakan hasil negatif. 

Dia mencontohkan laga lawan Borneo FC lalu. 

Dari laga pekan ke-19 itu, tim pelatih dan pemain bisa melihat salah satu kekurangan tim di penyelesaian akhir. 

Singo Edan tercatat menciptakan 11 kreasi peluang, enam tembakan ke gawang, dan 14 kali umpan silang. 

Berangkat dari itu, Gomes hanya akan fokus ke pertandingan selanjutnya. 

Dia dan tim akan memaksimalkan recovery dan taktik. 

Itu karena, hanya punya waktu persiapan empat hari sebelum melawan Persib. 

”Saat kami terus melakukannya dengan bersama-sama (kompak, red), tentu bisa menghadapi tantangan ke depan,” kata dia. 

Di tempat terpisah, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi belum banyak berkomentar tentang nasib pelatih kepala ke depan. 

Menurutnya, manajemen akan terus mendukung tim. 

Alasannya, laga ke depan tinggal hitungan hari. 

”Fokus semua elemen tim bangkit di laga selanjutnya. Sekarang, melakukan persiapan dengan maksimal,” paparnya. 

Dia memastikan manajemen akan mencoba fair dengan segala keputusan yang diambil. (tio/gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#liga bri #aremafc #Pelatih #Singo Edan #Ze Gomes