KOMPETISI sepak bola untuk pemain muda di Malang Raya perlahan-lahan mulai tumbuh.
Malang Junior League (MJL) menjadi salah satunya.
Seusai sukses menggelar liga untuk pesepak bola U-17.
Bulan Februari ini MJL kembali hadir lewat kompetisi di kelompok U-10, U-12, U-14, dan U-16.
Nanti ajang itu akan diikuti 58 sekolah sepak bola (SSB) dari Malang Raya.
Diantaranya, Pegasus FC, Arunda FC, Bani Hasyim, sampai TFA Academy.
Kompetisi itu akan digelar di empat lapangan berbeda di Kabupaten Malang.
Sistem Liga MJL menggunakan dua sistem.
Full kompetisi untuk kelompok U-14 dan U-16.
Lalu, setengah kompetisi di U-10 dan U-12.
Pertandingan MJL itu akan dihelat sepekan dua kali pada Minggu dan Sabtu.
Direktur Teknik MJL Joko Gethuk Susilo mengatakan, kompetisi itu menjadi wadah pemain-pemain muda di Malang Raya berkembang.
Menurutnya, setiap pemain muda butuh sekitar 20 pertandingan kompetitif dalam setahun.
”Dari pertandingan, pemain dan pelatih bisa meningkatkan kemampuannya,” ucapnya.
Mantan pelatih Persik Kediri itu percaya, dari setiap laga ada pembelajaran dan pengalaman baru didapatkan.
Alhasil, pemain secara pribadi tahu apa yang dilakukan untuk menunjang kariernya.
”Nanti supaya lebih maksimal, di MJL ini para pelatih akan dapat pendampingan,” paparnya.
Setiap pertandingan terdapat dua tim analisis.
Tugasnya, memberikan statistik laga untuk dua kesebelasan yang berlaga.
Gethuk percaya, kombinasi antara data dan hasil jalanannya pertandingan akan bagus untuk tim-tim SSB.
Sedangkan tujuan jangka panjang MJL, melahirkan pemain potensial asal Malang Raya yang bisa gabung Timnas.
”Jangan sampai Malang sebagai gudangnya pemain, hanya jadi sebuah slogan saja,” paparnya. (gp)
Editor : Aditya Novrian