Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wiliam Marcilio Mulai Jadi Pilihan Kedua

Galih R Prasetyo • Rabu, 12 Februari 2025 | 01:00 WIB
HARUS BERSABAR: Wiliam Marcilio berusaha menerobos pertahanan PSM Makassar dalam laga BRI Liga 1 pekan ke-22, kemarin. (MO AREMA FC FOR RADAR MALANG)
HARUS BERSABAR: Wiliam Marcilio berusaha menerobos pertahanan PSM Makassar dalam laga BRI Liga 1 pekan ke-22, kemarin. (MO AREMA FC FOR RADAR MALANG)

BLITAR - Gelandang serang Arema FC Wiliam Marcilio menjalani awal putaran kedua dengan statistik kurang positif.

Pemain asal Brasil itu mulai menjadi pilihan kedua tim pelatih.

Dalam lima laga BRI Liga 1 paro kedua, dia hanya sekali masuk starting eleven.

Momentum tersebut terjadi saat Arema FC melawan Persib Bandung 24 Januari lalu.

Sedangkan pada laga melawan PSM Makassar kemarin, dia mulai bermain pada menit 84.

Sebelumnya saat lawan Bali United penggawa tim berusia 28 tahun itu masuk dari bangku cadangan pada menit 77.

Statistik tersebut berbeda 180 derajat dibandingkan pada putaran pertama kompetisi.

Pada waktu itu, Wiliam 13 kali masuk starting eleven tim dari 15 laga yang dia mainkan.

Lantas, apa yang menyebabkan Wiliam mulai menjadi pilihan kedua tim pelatih?

Apakah situasi itu akibat problem kebugaran.

Seperti diketahui, Wiliam sempat mengalami cedera seusai menjalani laga melawan Persik Kediri pada putaran pertama lalu.

Saat itu dia mengalami dua problem kaki sekaligus.

Akibatnya, harus absen dalam tiga laga beruntun Arema FC.

Di antaranya, melawan PSBS Biak, Semen Padang, dan Dewa United.

Baru tampil saat lawan Borneo FC, 19 Januari lalu.

Saat itu tampil pada 44 menit.

Disinggung terkait Wiliam, Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes enggan banyak berkomentar.

Menurutnya, penentuan 11 pertama dalam pertandingan berdasar banyak aspek.

”Intinya kami mempertimbangkan aspek tactical,” katanya.

Berdasar analisis Gomes, pertandingan BRI Liga 1 berjalan kompetitif.

Setiap laga, Singo Edan menghadapi tantangan yang berbeda.

Karena itu, pendekatan strategi lawan Persib Bandung, Bali United, dan PSM Makassar tidak sama.

Dalam dua laga terakhir, Arema FC terlihat bermain dengan formasi dasar 4-4-2.

Arkhan Fikri dan Pablo Oliverira di lini tengah.

Sedangkan, Charles Loko lingoy dan Dalberto Luan bermain sebagai ujung tombak.

Terlepas dari itu, dia memastikan tidak ada problem dengan pemain asal Brasil itu.

Baginya, logo Arema FC lebih besar dari nama di punggung.

”Semua pemain yang ada tim ini harus bekerja keras,” paparnya.

Singo Edan ingin meraih hasil maksimal di setiap laga. (gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #william marcilio #malang #Singo Edan #Arema #sepak bola #gelandang