Belajar dari Laga Melawan PSS Sleman
BLITAR- Perhatian tim pelatih Arema FC sebelum laga hari ini (15.30 WIB) tidak sekadar kekuatan PSIS Semarang.
Mereka juga memperhatikan potensi kembali bermain di lapangan yang tidak normal.
Sebelumnya saat melawan PSS Sleman, Julian Guevara dkk tampil di lapangan yang masih tergenang air.
”Kami tidak bisa meremehkan situasi seperti itu (lapangan becek),” ungkap Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes.
Dia melihat, kondisi venue sangat berpengaruh kepada kinerja dan permainan tim di lapangan.
Alhasil, harus disiapkan antisipasinya.
Nakhoda asal Portugal itu melihat, lapangan yang becek membuat tim sulit bermain bola pendek cepat.
Aksi individu pemain juga terhambat.
Ada potensi besar bola lebih licin untuk ditangkap dan kontrol.
Lantas, apa strategi Arema FC untuk mengantisipasi bermain di lapangan yang becek? Pelatih berlisensi UEFA Pro mengatakan, tim punya beberapa game plan.
Tapi, tidak bisa untuk disampaikan secara detail.
”Secara permainan mungkin akan efektif saat bermain umpan panjang,” kata dia.
Sedangkan usaha tim mencetak gol, bisa memanfaatkan bola-bola mati.
Kemampuan pemain Arema FC memanfaatkan bola mati dilihat Gomes meningkat saat ini.
Itu dibuktikan dengan berhasil mencetak gol memanfaatkan sepak pojok dalam dua laga lalu.
Melawan PSM Makassar dan PSS Sleman.
Meski begitu, Gomes berharap cuaca saat laga lawan PSIS nanti sore bersahabat.
Laga kedua tim tidak perlu ditunda seperti sebelumnya.
Itu karena, persiapan yang dilakukan lebih banyak saat laga tidak segera berlangsung.
Di tempat terpisah, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, penundaan laga saat lawan PSS jadi pembelajaran.
Baik itu klub dan Panpel Pertandingan.
”Harapannya, tidak lagi seperti itu (laga terpaksa ditunda),” ucapnya.
Menurutnya, segala kekurangan saat menjadi tuan rumah selalu menjadi perhatian klub.
Tujuannya, bisa menyelenggarakan pertandingan lebih baik setiap pekan.
”Evaluasi, pasti dilakukan,” tuturnya. (gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana