BLITAR- Kemenangan yang sudah di depan mata harus sirna.
Semenit jelang waktu normal berakhir, PSIS Semarang bisa menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti Sudi Abdallah.
Papan skor di Stadion Soepriadi berubah menjadi 2-2 hingga peluit akhir pertandingan berbunyi.
Sebelum penalti itu, Arema FC unggul lewat gol Pablo Oliveira dan Charles Lokolingoy pada babak pertama.
Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes mengatakan bahwa timnya bermain positif pada awal-awal laga.
Itu dibuktikan dengan dua gol sebelum turun minum.
”Namun setelah kemasukan (gol pertama) terasa lebih sulit. Apalagi harus bermain di lapangan seperti itu (tergenang),” kata dia.
Karena kondisi itu, Arema FC tidak leluasa dalam melakukan penguasaan bola.
Transisi dari bertahan ke menyerang juga sulit dilakukan akibat bola sering tersendat.
Akibatnya, mereka hanya bisa mengandalkan umpan-umpan jauh.
”Tapi, saya tidak mencari kambing hitam. Pemain sudah berjuang,” tutur pelatih asal Portugal itu.
Dia juga tidak bisa memprediksi bahwa tim lawan bakal mendapatkan penalti pada akhir-akhir laga.
Hanya meraih satu poin di laga kemarin patut disayangkan.
Sebab, Arema FC sebenarnya punya peluang untuk memperkecil jarak poin dengan tim-tim di empat besar. Bila menang, margin poinnya hanya tinggal dua angka saja.
Saat ini, Arema FC tertahan di posisi tujuh. Mereka mengumpulkan 36 poin.
Sedangkan Persija Jakarta yang berada di ranking empat mengoleksi 40 poin.
Persebaya Surabaya di posisi tiga mendulang 41 poin.
Pada pekan ke-24, kedua tim itu sejatinya kehilangan poin.
Persija kalah dari PSM Makassar.
Sementara Persebaya tumbang saat melawan Dewa United.
”Setelah ini kami akan istirahat. Lalu kerja keras lagi cari poin pengganti,” kata center back Arema FC Thales Lira setelah laga.
Dia menyadari bahwa raihan satu poin bukan hal yang bagus.
Dia juga tidak menampik bahwa jalannya laga sangat berat dengan kondisi lapangan yang tergenang.
Meski begitu, hasil kemarin menorehkan dua catatan positif.
Pertama, Arema FC bisa mempertahankan rekor tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir.
Catatan positif berikutnya yakni untuk pertama mereka bisa back to back meraih poin saat bersua PSIS.
Sebelumnya, kedua tim selalu saling mengalahkan dalam satu musim.
Pada pertemuan pertama lalu, Arema FC mengalahkan PSIS dengan skor 2-1.
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius bersyukur dengan hasil imbang tersebut.
Menurutnya, laga kemarin berjalan dengan berat untuk kedua tim.
Itu karena mereka harus berlaga dengan kondisi lapangan yang tidak normal.
”Tapi, saya sangat bangga dengan perjuangan para pemain. Mereka terus berjuang untuk meraih poin,” kata dia.
Senada dengan sang pelatih, Septian David Maulana mengatakan bahwa satu poin dari Blitar itu sangat penting.
Itu bisa membuat pemain kembali percaya diri dan termotivasi.
”Agak susah keluar dari papan bawah, karena itu kami berusaha meraih poin hari ini (kemarin),” ucap dia. (gp/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana