BLITAR - Produktivitas gol Pablo Oliveira meningkat di bawah nakhoda Ze Gomes.
Gelandang bertahan asal Brasil tersebut sudah mengemas dua gol.
Sedangkan saat era Joel Cornelli, dia tidak pernah mencatatkan namanya di papan skor.
Saat itu, Pablo dimaksimalkan untuk bertahan.
Menghadang counter attack lawan.
Karena itu, dirinya jadi pemain Singo Edan paling banyak mencatatkan tackle dan interceptions.
Jumlah gol Pablo tersebut membuatnya melampaui catatan di klub sebelumnya.
Saat masih berlaga di kompetisi Brasil, dia hanya menorehkan satu gol selama tiga musim memperkuat Sampaio Correa FC.
Catatan itu membuatnya statistik dia lebih unggul dari Wiliam Marcilio.
Pemain bernomor punggung 10 itu belum mencetak gol dan assist selama putaran kedua.
Performa pemainnya meningkat, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi bersyukur.
Itu karena, membantu tim meraih hasil bagus.
”Harapan kami penampilan yang positif terus dipertahankan para pemain,” katanya.
Dia percaya, saat tim terus konsisten meraih poin akan sangat menguntungkan.
Salah satu manfaatnya, membuat posisi tim terus merangkak naik.
Inal melihat, margin antar tim di posisi tujuh besar tidak terpaut jauh.
Terlepas dari itu, mantan manajer bisnis Arema FC itu melihat, performa Pablo tidak lepas dari kerja keras sang-pemain.
Menurutnya, penggawa tim berusia 29 tahun itu selalu kerja keras.
”Berusaha menjalankan instruksi pelatih dengan baik,” katanya.
Perlu diketahui, dua gol Pablo tercipta melalui memanfaatkan bola sepak pojok.
Pertama saat melawan PSM Makassar.
Kedua pada waktu menghadapi PSIS Semarang kemarin.
Golnya saat lawan PSIS membuka kran gol tim pada laga itu.
Sementara saat lawan PSM, menghindarkan tim dari kekalahan.
Total tim meraih dua poin saat Pablo mencetak gol.
Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes menjelaskan, gol lewat skema bola mati merupakan buah latihan.
Elemen tim berusaha mengasahnya di setiap latihan.
”Tim pelatih berusaha membuat pemain berada di posisi tempat saat menyambut bola,” tuturnya. (gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana