LANGKAH E-Sport Kota Malang bersiap untuk Porprov Jawa Timur 2025 terasa berat.
Penyebabnya, pembentukan pengurus baru cabang olahraga itu tersendat.
Akibatnya, program cabor, perencanaan latihan, dan pembentukan tim belum bisa diwujudkan saat ini.
Pengurus lama E-Sport Kota Malang Surya Kusuma mengatakan, saat situasi itu terus berlanjut punya dampak besar.
Salah satunya, cabor terpaksa tidak ambil bagian di Porprov Jatim IX di Bumi Arema.
”Kami bakal menunggu sampi tiga bulan sebelum Porprov. Saat situasi tidak berubah, ya kami terancam tidak ikut (kejuaraan),” katanya.
Menurutnya, tidak bisa tiba-tiba ikut Porprov Jatim tanpa persiapan matang.
Itu karena, sulit untuk berprestasi.
Persaingan di E-Sport dilihatnya sangat kompetitif.
Meski begitu, pria yang sebelum nya menjabat sebagai wakil sekretaris E-Sport Kota Malang itu menjabarkan, tidak bisa melakukan banyak hal.
Untuk sekarang, hanya bisa terus menunggu sampai ada titik terang.
Alasannya, pembentukan pengurus darurat tidak bisa dilakukan.
Pembentukan pengurus baru juga perlu prosedur yang panjang.
”Harus ada surat keputusan (SK) dari induk organisasi E-Sport pusat,” ucapnya.
Sebagai informasi, pengurus baru harus memperoleh SK penunjukan dari E-Sport tingkat nasional.
Seusai itu, SK akan diturunkan ke organisasi E-sport Provinsi.
Lalu, berlanjut ke pe ngurus daerah E-Sport.
Saat ini, Surya dan kolega mengupa yakan untuk terus menghubungi pengawas E-Sport tingkat nasional.
Tujuannya, menanyakan kepastian pembentukan pengurus baru.
”Tapi, belum dapat informasi apa-apa,” ucapnya. (wb3/gp)
Editor : Aditya Novrian