TERNATE - Kandang Malut United Stadion Gelora Kie Raha jarang bersahabat dengan tim tamu. Dalam tiga laga terakhir, Yakob Sayuri dan kawan-kawan selalu meraih kemenangan di markas mereka. Korbannya adalah PSS Sleman, Borneo FC, dan Persik Kediri.
Statistik itu perlu diwaspadai para penggawa Arema FC. Apalagi dalam laga nanti malam (19.30 WIB), Singo Edan harus tampil tanpa top skor tim Dalberto Luan Belo akibat akumulasi kartu kuning. Performa laga tandang Julian Guevara dan kawan-kawan di bawah nakhoda Ze Gomes juga kurang bagus.
Sepanjang putaran kedua BRI Liga 1, Arema FC memang selalu kalah saat menjalani laga away. Pada pertandingan sebelumnya, mereka ditumbangkan Borneo FC dan Dewa United.
Sebaliknya, Malut United sedang dalam tren positif. Mereka menatap laga pekan ke-25 dengan catatan unbeaten dalam lima laga terakhir. Naga Gamalama (julukan Malut United) juga bisa tampil full team.
Pemain langganan Timnas seperti Sayuri bersuadara, yakni Yakob dan Yance. Yakob Sayuri bahkan bisa menjadikan laga ini sebagai ajang pemanasan jelang Kualifikasi Piala Dunia melawan Australia 20 Maret nanti. Yakob masuk dalam skuad Patrick Kluivert dan sepertinya bakal tampil mengesankan di setiap pertandingan agar terpilih sebagai starting eleven di Timnas arahan pelatih asal Belanda tersebut.
Di dalam skuad Malut, starter seperti Jonathan Bustos, Diego Maximo, Junior Brandao, hingga Adriano Castanheira bisa diturunkan seluruhnya.
Jika Arema FC mampu mencuri tiga poin di kandang Malut United, maka posisi di klasemen sementara akan naik ke peringkat tujuh. Menggusur Borneo FC yang sebelumnya mengalami kekalahan.
Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes mengakui bahwa Malut United sudah berkembang menjadi tim kuat. Kesebelasan yang identik dengan kostum merah itu punya organisasi permainan bagus. ”Punya transisi cepat dan seimbang saat menyerang atau bertahan,” katanya.
Gomes juga melihat Wahyu Prasetyo dan rekan-rekannya punya motivasi lebih saat bermain di kandang. Karena itu, Malut United selalu bisa menunjukkan permainan dengan determinasi tinggi. Terutama untuk mempersembahkan tiga poin di hadapan para pendukungnya.
Kinerja lini serang maupun bertahan Malut United juga mengesankan. Dalam tiga laga kandang terakhir, mereka mencatatkan enam gol dan dua kali clean sheet.
Meski begitu, Gomes yakin misi membawa pulang poin dari Ternate bukan hal yang mustahil. Kesempatan meraih satu atau tiga poin selalu ada. ”Kami melakukan persiapan dengan baik. Asalkan terus fokus dan kerja keras, pasti bisa mencapai target (menang),” paparnya.
Bersama tim pelatih dan pemain, Gomes sudah melihat celah yang bisa dimaksimalkan untuk mencetak gol. Baik itu lewat skema bola mati dan open play. Harapannya, penggawa Singo Edan mencetak gol lebih dulu agar bisa lebih leluasa menjaga dan mengatur ritme permainan.
Sebelumnya, kekalahan Malut United di kandang terjadi saat tim lawan berhasil mencetak gol lebih dulu. Contohnya saat melawan Persija Jakarta, 28 Desember 2024 lalu.
Sementara itu, Achmad Maulana Syarif mengaku tim dalam kondisi yang bagus. Adaptasi di Ternate sejak Minggu lalu (2/3) berjalan dengan baik. ”Kami dalam situasi enjoy, termotivasi, dan percaya diri,” katanya.
Mantan pemain Persija Jakarta itu melihat Singo Edan punya peluang besar mencuri poin di Malut United. Asalkan bisa bermain dengan kompak, solid, dan kerja keras. ”Saya selalu yakin tidak ada yang mustahil di sepak bola,” katanya.
Di bagian lain, pelatih Kepala Malut United Imran Nahumarury mengatakan anak asuhnya dalam motivasi positif jelang lawan Arema FC. Hasil bagus dalam lima laga terakhir menjadi pemantiknya. ”Kami akan berusaha sekuat tenaga menjaga tren positif tim,” katanya.
Menurutnya, Yakob Sayuri dan kawan-kawan sudah mempersiapkan semua aspek untuk mewujudkan misi itu. Baginya, yang terpenting dalam laga nanti adalah kembali bermain solid sebagai keluarga. Lalu, fokus dalam dua babak untuk meraih kemenangan. (gp/fat)
Editor : A. Nugroho