TERNATE- Ketajaman para pemain lini kedua dibutuhkan Arema FC dalam laga nanti malam (19.30 WIB).
Singo Edan tidak bisa hanya bertumpu kepada Charles Lokolingoy untuk cetak gol.
Alasannya, Malut United punya pertahanan yang kukuh.
Dalam tiga laga terakhir Laskar Kie Raha hanya kemasukan satu gol.
Selama waktu itu, mereka sukses mencatatkan dua kali nirbobol saat melawan tim dengan lini depan tajam.
Di antaranya, Borneo FC dan PSS Sleman.
Selain itu, Arema FC butuh lebih banyak opsi gol karena tidak diperkuat top skor tim.
Dalberto Luan Belo harus absen di laga nanti akibat akumulasi kartu kuning.
Sedangkan gelandang serang produktif Wiliam Marcilio tidak dibawa ke Ternate.
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro tidak memungkiri semakin banyak opsi gol akan bagus untuk tim.
Dia percaya, peluang meraih poin akan semakin besar saat penggawa Singo Edan tajam.
Menurutnya, dua laga kandang tim sebelumnya menjadi contohnya.
”Momentum peluang tidak sekadar didapatkan pemain depan saja. Jadi, semua pemain harus bisa cetak gol,” katanya.
Perlu diketahui saat lawan PSS dan PSIS, Arema FC torehkan delapan gol.
Terlepas dari itu, pemain lini depan juga tidak selalu bebas.
Alhasil, penggawa tim lain harus bisa melakukan improvisasi untuk membobol gawang lawan.
Melakukan tendangan jarak jauh atau memanfaatkan sepak pojok, misalnya.
Pada laga melawan Malut United saat putaran pertama lalu, gol Arema FC tercatat tidak hanya lahir dari striker tim.
Gelandang Wiliam Marcilio yang membuka kran gol tim.
Seusai itu, disusul gol Dalberto Luan Belo dan ditutup Wiliam lagi.
Kuncoro menjabarkan, usaha membuat lini kedua menjadi sumber gol tim sudah dilakukan tim pelatih.
”Kami mendorong mereka (pemain) untuk maksimal saat umpan silang, tendangan bebas, dan permainan kombinasi,” terang mantan pemain Persija Jakarta itu.
Menu latihan finishing diberikan berbarengan dengan latihan tactical.
Umumnya, tim dibagi menjadi dua.
Lalu, dituntut mencetak lima gol sebelum program itu selesai.
Dalam empat laga terakhir, gol Arema FC lahir dari tujuh p e m a i n berbeda.
Di antaranya Salim Tuharea, Arkhan Fikri, Bayu Setiawan, Muhammad Rafli, Pablo Oliveira Dalberto, dan Lokolingoy.
Sementara itu, Salim Tuharea tidak merasa terbebani dengan tuntutan menjadi sumber gol tim di laga nanti.
Menurutnya, setiap pertandingan ingin membobol gawang lawan.
”Saya ingin selalu bisa berkontribusi untuk tim,” katanya.
Mantan pemain Madura United itu merasa sangat bahagia saat Singo Edan menang.
Karena itu, selalu berusaha memberikan kemampuan terbaiknya.
Senada dengan Salim, Arkhan Fikri juga tidak merasa puas sudah mencetak gol.
”Semoga catatan gol dan assist untuk tim bertambah,” ujarnya.
Dia sangat siap lawan Malut United nanti. (gp)
Editor : A. Nugroho