CABOR Panjat Tebing Kota Malang masih memiliki pekerjaan rumah jelang tampil di Porprov Jawa Timur 2025.
Salah satunya, mentalitas bertanding atlet mereka yang masih perlu diasah. Akibat itu performa atlet Panjat Tebing Kota Malang kurang maksimal saat tampil di kejuaraan.
”Persiapan kami memang belum sampai seratus persen. Ada beberapa hal harus diperbaiki. Khususnya terkait mentalitas,” kata Pelatih Kepala Panjat Tebing Kota Malang Abu Dzar Yulianto.
Baca Juga: 16 Cabor Kompetisi di Kompleks Stadion Kanjuruhan
Kekurangan itu, diketahuinya saat anak asuhnya menjalani latihan intensif beberapa bulan terakhir. Menurutnya, cabor panjat tebing merupakan olahraga yang tidak bisa ditebak.
Ada berbagai faktor yang membuat seseorang atlet bisa mengalami down saat bertanding. Mulai kesiapan fisik, sampai penguasaan diri saat bertanding Faktor itulah yang akan diperbaiki Abu Dzar.
Dia ingin agar anak asuhnya bisa allout saat bertanding di mana saja mereka berada. Dia percaya, mentalitas yang kuat akan membantu atlet dalam hal pengambil keputusan saat momen krusial di pertandingan.
“Untuk itulah sudah kami siapkan berbagai program latihan khusus untuk memperbaikinya,” katanya.
Baca Juga: Enam Atlet Taekwondo Mahasiswa Unisma Borong Medali Kejuaraan Taekwondo Bela Negara Cup 2025
Mulai dari latihan rutin sampai menggelar try out. Dia yakin cara itu akan memperbaiki mental bertanding atlet.
Dari sisi latihan, atlet Panjat Tebing Kota Malang akan dipasangkan dengan lawan kuat untuk mengasah jiwa kompetitif. Seusai itu, pihaknya juga memberikan evaluasi setiap bulan. Tujuannya memberikan masukan untuk diperbaiki atlet.
Abu Dzar percaya menerjunkan atlet ke berbagai kompetisi bisa meningkat rasa percaya diri. Karena, atmosfer bertanding dan latihan berbeda.
Lawan yang dihadapi juga bisa lebih kuat. Dari program itu, sekaligus membantunya untuk melihat perkembangan atlet.
”Karena dengan mengikuti lomba, tolok ukur atlet bisa terlihat,” jelasnya. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho