PERSIAPAN Indonesia Bela Diri Campuran Amatir-Mixed Martial Arts (IBCA-MMA) Kota Malang untuk Porprov Jatim mulai masuk aspek teknis.
Mereka merekrut dua atlet luar daerah. Usaha memperkuat amunisi baru sebelum kejuaraan punya dua tujuan.
Ketua Umum IBCA-MMA Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo menjabarkan, usaha itu bisa menciptakan iklim kompetitif di tim. Para atlet proyeksi Porprov Jatim asal Kota Malang tidak bisa bersantai. Mereka dituntut untuk bersaing sehat.
”Saat ada atlet yang lebih tinggi kualitasnya, maka atlet lokal secara otomatis harus mengejar,” ucapnya.
Dia yakin, cara itu membuat atlet Kota Malang termotivasi. Alhasil, terpacu untuk berlatih lebih keras supaya menjadi pilihan tim pelatih. Ginanjar melihat, keuntungan lainnya dari strategi itu membuat atlet lama dan baru, bisa transfer ilmu.
Artinya, rekrutan anyar memberi gambaran bagaimana IBCA-MMA di luar Jatim. Begitu juga atlet Kota Malang melakukan hal serupa untuk rekrutan anyar.
IBCA-MMA Kota Malang merencanakan penjaringan atlet luar Kota Malang tersebut sejak lama.
Eksekusinya mulai berlangsung pada 2024 lalu. Secara urusan administrasi pada Desember tahun lalu sudah selesai.
”Kami juga sudah mendapat restu dari KONI Kota Malang untuk mendatangkan atlet tersebut,” terang Ginanjar.
Dari pencarian itu, didapatkan satu atlet putra asal Papua. Dan atlet putri berasal dari Pati, Jawa Tengah. Sebelumnya Ginajar mendapat kabar, atlet asal Papua itu kurang mendapat dukungan. Baik itu support secara personal dan fasilitas.
”Kami sama-sama membutuhkan. IBCAMMA butuh atlet berkualitas, sedangkan dia perlu sasana mendukung kariernya,” jelasnya.
Sedangkan untuk atlet perempuan yang gabung IBCA-MMA Kota Malang, merupakan sosok berpengalaman. Punya jam terbang cukup tinggi di seni bela diri campuran. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho