Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sewa Dulu, Baru Coba Kelola, Skema Arema FC Gunakan Stadion Kanjuruhan

Galih R Prasetyo • Kamis, 20 Maret 2025 | 18:29 WIB

HARUS BERSABAR: Penampakan Stadion Kanjuruhan seusai di renovasi Kementerian PUPR sejak tahun 2023 lalu.
HARUS BERSABAR: Penampakan Stadion Kanjuruhan seusai di renovasi Kementerian PUPR sejak tahun 2023 lalu.

MALANG KOTA- Keinginan Arema FC berpartisipasi mengelola Stadion Kanjuruhan belum akan diwujudkan musim ini.

Itu karena, dilihat belum ideal mengajukan izin mengelola stadion saat kompetisi menyisakan empat laga home.

Manajemen Singo Edan memilih skema sewa saat kembali gunakan stadion berada di Kepanjen itu.

Manajer Bisnis Arema FC Munif Bagaskara Wakid mengatakan, skema sewa Stadion Kanjuruhan per-laga. Artinya Singo Edan hanya mengajukan sewa untuk satu laga yang bisa digelar di sana.

Baca Juga: Pelatih Pastikan Arema FC Tambah Kuat, Saat Bermain di Malang

”Misalnya, saat lawan Madura United bisa di sana (Kanjuruhan). Jadi kami menggunakan stadion pada waktu itu saja,” paparnya kepada wartawan koran ini.

Seusai itu, Arema FC akan kembali mengajukan sewa stadion untuk laga selanjutnya.

Berbeda dibandingkan saat berkandang di Stadion Soepriadi. Singo Edan ajukan penggunaan dalam empat laga home beruntun.

Menurutnya, berdasar regulasi BRI Liga 1 operator kompetisi, pihak keamanan, dan pengelola stadion yang mengeluarkan izin.

Baca Juga: Persema Malang Dapat Dukungan dari Eks Arema FC

Alhasil, Arema FC memilih menunggu untuk membuat proses berjalan lancar.

Menurut Alumnus Universitas Brawijaya itu, izin mengelola stadion paling ideal diajukan untuk kompetisi musim depan. Alasannya, izin kelola stadion punya durasi panjang.

”Tidak sekadar hanya beberapa laga saja,” paparnya.

Terlepas dari itu, ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi klub untuk melangkah ke sana.

Sekaligus, harus dapat restu dari Pemkab Malang selaku pengelola stadion saat ini.

Berdasar informasi yang didapatkan Munif, Bali United mengajukan izin mengelola Stadion Kapten I Wayan Dipta dengan durasi 10 tahun. Dimulai sejak 2015 lalu.

”Tapi, pembaruan izin pengelolaan dilakukan lima tahun sekali,” kata dia.

Menurutnya, pengelola stadion membuat Arema FC bertanggung jawab terkait venue. Mulai dari perawatan, keamanan, perbaikan saat terjadi kerusakan.

Baca Juga: Penyerang Arema FC Dedik Setiawan Jaga Konsistensi Mencetak Gol di Liga 1

Tugas klub bisa dibilang tidak sekadar bertanding saja. Lantas, bagaimana proses Arema FC menyewa Stadion Kanjuruhan? Pria asal Samarinda itu mengatakan, sudah ada komunikasi.

Tapi, belum ada kesepakatan. Karena fokusnya asesmen dulu. Stadion Kanjuruhan diwajibkan lolos risk asesmen dulu sebelum digunakan untuk BRI Liga 1.

Nanti Ditpamobvit Polri yang bertugas melakukan proses asesmen. Disinggung terkait harga sewa Stadion Kanjuruhan, Munif belum mau banyak berkomentar. Menurutnya, akan segera didiskusikan.

”Setahu saya, sudah ada peraturan daerah yang mengatur itu (sewa stadion),” paparnya.

Baca Juga: Arema FC Berpeluang Pecahkan Jumlah Poin Lima Musim Punya Kesempatan Perbarui Statistik Tim

Berdasar penelusuran wartawan koran ini, Bali United menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta dengan biaya per-laga sekitar Rp 30 juta.

Dengan angka itu, mereka bisa memanfaatkan semua fasilitas stadion yang berada di Gianyar itu.

General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi menjelaskan, pihaknya masih mengebut proses pemindahan. Itu karena, banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk gunakan Stadion Kanjuruhan.

”Kami masih menunggu sertifikasi kelayakan dari Pemkab Malang untuk lakukan asesmen,” papar pria kerap disapa Inal.

Sertifikasi itu, terdiri atas berbagai macam kelayakan stadion. Mulai dari sarana seperti bangku penonton, tribun, ruang ganti hingga kualitas rumput. Lalu, sertifikat kelayakan keamanan untuk penonton dan pemain. (wb3/gp)

 

 

 

 

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #stadion #malang