KABUPATEN- Air kelapa menjadi minuman favorit pivot Unggul FC Malang Armia Zainul selama Ramadan.
Dia menyukai minuman mengandung elektrolit itu karena punya banyak manfaat untuk tubuhnya.
Mulai membuatnya tetap bugar sampai membantunya latihan di bulan suci.
Pemain bernomor punggung 15 itu menjelaskan, mengonsumsi air kelapa menjadi kebiasaannya selama berkarier di futsal.
Baginya, minuman tersebut seperti yerba mate untuk pemain Argentina.
”Saya merasa ion dalam kandungan air kelapa sangat bermanfaat mengembalikan energi,” paparnya.
Berangkat dari itu, dia selalu minum air kelapa saat berbuka puasa.
Karena, sebelum berbuka menjalani latihan atau pemulihan di gym.
Air kelapa juga membuatnya tetap bugar untuk menjalani aktivitas lanjutan seusai individual training.
Umumnya, saat buka puasa dia mengonsumsi air kelapa terlebih dahulu.
Setelah itu, dilanjutkan minum air putih untuk menjaga asupan cairan tetap ideal.
Selama minum air kelapa, kebia saan Armia hanya mengonsumsi airnya saja.
Tanpa daging kelapa atau tambahan pemanis.
Tujuannya, supaya mendapat khasiat dari minuman tersebut secara maksimal.
Pilihan kelapa yang biasa dirinya konsumsi yang masih muda.
Menurut nya, airnya lebih segar dan nikmat saat diminum.
Tidak ada pilihan khusus terkait jenis dan ukurannya.
Meski menyukai air kelapa, Armia tetap mengontrol jumlah minuman jenis itu masuk tubuhnya.
Dia tidak mau berlebihan minum air kelapa.
Karena ditakutkan menjadi hal yang kurang bagus.
”Satu kali sehari sudah cukup. Tergantung bagaimana intensitas aktivitas saat itu,” kata dia.
Menurutnya, saat aktivitas tidak berat dia tidak minum.
Sedangkan, saat dirasa terlalu banyak dalam sepekan akan memberi waktu jeda satu atau dua hari.
Sebagai pendamping air kelapa, Armia juga meng onsumsi berbagai buah untuk berbuka.
”Biasanya kurma, alpukat dan jeruk,” kata dia.
Sesekali dirinya juga membeli sop buah di penjual takjil agar apa yang dia makan tidak monoton.
Dirinya bukan tipe atlet yang langsung makan berat saat azan magrib berkumandang.
Makan besarnya dilakukan seusai salat tarawih.
Kebiasaan itu selalu dilakukan selama menjadi atlet.
Alasannya, lebih nyaman di perutnya. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho