Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pivot Unggul FC Malang Pilih Latihan Pagi-Sore selama Ramadan

Galih R Prasetyo • Kamis, 27 Maret 2025 | 17:18 WIB
MAKSIMALKAN WAKTU: Sahrul Fadli Romadhon menjalani laga PFL pekan ke-5 melawan Sadakata United, bulan Februari lalu
MAKSIMALKAN WAKTU: Sahrul Fadli Romadhon menjalani laga PFL pekan ke-5 melawan Sadakata United, bulan Februari lalu

KABUPATEN- Waktu latihan Pivot Unggul FC Malang Sahrul Fadli Romadhon selama bulan suci berbeda dengan penggawa tim lain.

Pemain asal Malang tersebut memilih latihan pagi dan sore.

Sedangkan rekan-rekannya di klub umumnya menempa diri sore jelang buka puasa dan malam.

Sahrul bercerita, memilih pola waktu itu untuk latihan karena merasa nyaman.

Menurutnya, udara pagi Malang yang segar membuatnya tambah semangat berlatih.

“Karena aktivitasnya juga cocok (workout), jadi saya lebih memilih waktu pagi,” kata dia.

Saat pagi, menu latihan Sahrul penguatan otot. Dirinya melakukan beberapa gerakan sederhana.

Di antaranya, melakukan plank dan standing bicycle crunch.

 

Aktivitas latihan pagi Sahrul itu umumnya, memakan waktu antara 15-30 menit.

Seusai itu, dia melakukan latihan lain yang berfokus ke endurance.

Tapi, durasi dan level latihannya tidak tinggi.

Sedangkan untuk latihan sore, pemain Unggul FC Malang bernomor punggung 18 itu memilih menempa diri di gym.

Pada saat itu, dia akan meningkatkan durasi dan jumlah latihan.

Fokusnya memperkuat otot lengan, perut dan kaki.

Menurutnya, sebagai pemain futsal berposisi sebagai pivot, kekuatan otot di bagian tersebut sangat penting.

Satu alasannya, supaya kuat untuk menjaga bola dan berduel dengan lawan.

“Saya pivot paling muda, jadi dituntut menaikkan otot agar sama seperti yang lain,” ungkap dia.

Selama berlatih di gym, dia memilih yang berada di Unggul Sport Center.

Sahrul menggunakan fasilitas klub karena punya alat yang lengkap.

Manajemen klub juga menganjurkan dirinya berlatih di sana.

Durasi waktu latihan pemain berusia 20 tahun itu di pusat kebugaran tidak lama.

Sahrul menempa diri di sana selama satu jam setiap hari.

“Terpenting adalah menyelesaikan program latihan hingga tuntas,” kata eks pemain PON Jawa Timur itu.

Sedangkan alasan tidak memilih latihan malam, Sahrul merasa waktu tersebut tidak terlalu cocok untuknya.

“Saya malah lemas saat latihan setelah buka puasa. Padahal saat buka puasa hanya minum atau makan buah saja,” jelas dia.

Dia memilih makan berat selepas menjalani salat Tarawih. (wb3/gp)

Editor : A. Nugroho
#pivot #ramadhan #bulan suci #Penggawa #sore #Sahrul Fadli Romadhon #pagi #malang #Pelatih #unggul #FC