TIDAK semua nomor di cabor Sepatu Roda Kota Malang berlatih dengan nyaman.
Nomor freestyle speed slalom harus menempa diri di tempat kurang ideal.
Akibatnya, pelatih di nomor itu terpaksa mengurangi intensitas dan memodifikasi latihan.
Asisten Pelatih Sepatu Roda Kota Malang Yudhistira Nur menjelaskan, sudah berupaya untuk mencari venue latihan yang ideal sejak tahun lalu.
“Tapi hingga saat ini masih belum menemukan tempat yang tepat,” papar dia.
Sejauh ini, nomor freestyle berlatih di dua tempat. Di antaranya Lapangan SMKN 4 Malang dan di Malang Creative Center (MCC).
Berlatih di sana sejumlah kekurangan.
“Saat latihan di MCC berlatih speed tidak bisa maksimal,” kata Yudhis.
Penyebabnya, bagian pembatas lintasan latihan tempat tersebut berupa pagar.
Atlet harus mengurangi kecepatan dan berhati-hati supaya tidak mengalami insiden menabrak tembok atau keluar pagar.
Sementara itu, saat latihan di SMKN 4 Malang menggunakan sistem sewa pakai. Sehingga setiap mereka latihan, harus mengeluarkan uang tambahan.
Biaya sewa tempat awalnya Rp 200 ribu.
Seusai itu, berkurang menjadi Rp 100 ribu setelah ada surat edaran dari KONI Kota Malang.
Meski begitu, dinilainya biaya tersebut tetap memberatkan atlet.
Alasannya, anggaran tersebut melebihi biaya transport yang didapatkan atlet selama pemusatan latihan kota.
Terlepas dari itu, tidak semua atlet sepatu roda nomor freestyle speed slalom bisa berlatih di sana.
“Beberapa atlet speed bahkan harus berlatih di sekolah masing-masing,” ujar dia. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho