Berharap Segera Kembali ke Malang
KABUPATEN- Perubahan Stadion Kanjuruhan mendapat apresiasi dari penggawa asing Singo Edan.
Julian Guevara dkk merasa fasilitas anyar stadion berada di Kepanjen itu menunjang latihan tim.
Karena itu, mereka berharap latihan Kamis lalu (27/3) bukan yang terakhir.
Gelandang asing Arema FC Julian Guevara mengatakan, tidak membutuhkan waktu lama untuk adaptasi lapangan.
Dirinya, bisa cepat melakukan penyesuaian karena rumput Stadion Kanjuruhan berkualitas.
”Saya pikir rumput di sini (Stadion Kanjuruhan) bagus,” paparnya.
Pemain asal Colombia itu melihat kontur lapangan juga rata dan tidak bergelombang.
Alhasil, sangat membantu penggawa Singo Edan saat melakukan aktivitas sepak bola.
Mulai mengirim umpan bawah, melakukan dribble, sampai berlari.
Dia memprediksi, bermain dengan kualitas lapangan seperti itu akan menunjang pemain saat ingin menunjukkan performa terbaik.
Bagaimana permainan tim di final Piala Presiden 2024 jadi salah satu gambarannya.
Pada partai puncak turnamen itu, Singo Edan melawan Borneo FC di Stadion Manahan Solo.
Lebih lanjut, pemain bernomor punggung enam itu merasa perubahan tidak sekadar mengubah wajah Stadion Kanjuruhan.
Renovasi juga mampu membuat kandang Arema FC di Liga 1 2022/2023 itu menghadirkan kesan yang berbeda.
”Stadion ini (Kanjuruhan) luar biasa. Suasananya sangat sempurna,” paparnya.
Menurutnya, semua elemen tim enjoy dan happy berlatih di Stadion Kanjuruhan.
Rasanya, seperti kembali ke suatu tempat spesial yang sudah lama ditinggal.
Harapannya, Singo Edan segera berkandang di Stadion Kanjuruhan lagi.
”Kami menunggu momentum itu (kembali ke Stadion Kanjuruhan) dan berlaga di hadapan pendukung tim,” terangnya.
Guevara tidak menampik dukungan pemain ke12 memberi tambahan semangat dan energi untuk skuad Arema FC.
Dia yakin dorongan positif itu membantu Singo Edan lebih kuat.
Senada dengan Guevara, Center Back Thales Lira juga takjub dengan perubahan yang ada di Stadion Kanjuruhan.
Menurutnya, renovasi yang dilakukan membuat stadion menjadi luar biasa.
”Kami mempunyai rumah dengan fasilitas dan penampakan yang sempurna,” paparnya.
Mulai dari akses pemain masuk stadion, ruang ganti, lapangan, sampai fasilitas penunjang lain sangat bagus.
”Yang tidak kalah penting, kami tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk sampai stadion,” paparnya.
Menurutnya, saat masih bermain di Stadion Soepriadi perlu melakukan perjalanan darat sekitar tiga jam.
Mantan pemain PSS Sleman itu tidak sabar untuk kembali bermain di Stadion Kanjuruhan.
Harapannya, proses pindahan dari Blitar ke Malang berjalan lancar. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho