MENJARING atlet bukan perkara mudah untuk cabor Ski Air Kota Malang.
Tanpa adanya pembinaan langsung, mereka harus mencari atlet dari cabor lain.
Strategi itu menjadi solusi sementara mereka untuk menghadapi Porprov Jawa Timur 2025.
Pelatih Ski Air Kota Malang Raihan Al Baihaqi menjelaskan, pihaknya terpaksa menempuh jalur itu karena baru diresmikan KONI Kota Malang.
Sebagai cabor anyar, ski air juga dilihatnya belum terlalu populer di masyarakat.
”Baru Januari ini kami mulai persiapan penjaringan atlet,” kata dia.
Raihan menjabarkan, pencarian amunisi untuk Porprov Jawa Timur IX menyasar sepatu roda dan skateboard.
Atlet di cabor tersebut dilihatnya, mempunyai basic untuk bermain ski air.
Atlet sepatu roda misalnya, terbiasa menjaga keseimbangan saat meluncur dan bisa cepat melakukan manuver.
Karena itu, Raihan meyakini atlet sepatu roda cepat untuk adaptasi saat berlatih ski air.
Apalagi di sepatu roda juga menuntut atlet untuk terbiasa menghadapi adrenalin.
Hal itu sangat dibutuhkan saat berlaga di ski air.
”Selama ada basic pernah main di aktivitas menguji keseimbangan, bergerak cepat, dan memompa adrenalin tidak sulit adaptasi,” ungkapnya.
Meski begitu, atlet dari cabor lain tetap di berikan pelatihan khusus supaya memiliki ilmu dasar ski air.
Itu karena, basic dari cabor lain hanya sekadar modal awal untuk menggeluti ski air.
Atlet baru, harus mengasah teknik.
Alasannya, bermanuver di air dan menjaga keseimbangan tidak mudah.
”Awalnya banyak atlet baru yang kes usahan, bahkan ada yang menangis karena perlu adaptasi,” jelas Raihan.
Namun, seiring berjalannya waktu bisa melakukan penyesuaian.
Ski Air Kota Malang saat ini punya tujuh atlet untuk Porprov Jatim. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho