PEMBARUAN dan pembangunan fasilitas untuk Porprov Jawa Timur IX 2025 tidak mudah diwujudkan.
Itu akibat adanya beragam tantangan selama proses penyediaan venue laga.
Pembangunan wall climbing untuk pertandingan panjat tebing, misalnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menjelaskan, dalam Porprov Jatim IX nanti pihaknya hanya membangun satu wall climbing.
Dari rencana awal membangun tiga fasilitas untuk olahraga panjat itu.
“Karena keterbatasan (anggaran) kami tidak bisa merealisasikan rencana awal itu,” paparnya.
Menurutnya, proses membangun dan melakukan perbaikan venue untuk Porprov Jatim IX membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Karena itu, perlu dilakukan penyesuaian.
Kalkulasi yang tepat.
Sebagai antisipasi situasi tersebut, akan menggandeng pihak ketiga.
Salah satunya berkolaborasi dengan kampus atau universitas yang ada di Kota Malang.
Dilihat Baihaqi, sejumlah kampus punya wall climbing yang bisa digunakan untuk Porprov Jatim IX.
“Pertandingan panjat tebing saat Porprov Jatim nanti akan dipindah (berlangsung) di Polinema,” jelasnya.
Dia merasa tempat tersebut ideal.
Baik itu secara ukuran maupun kelayakan untuk pertandingan skala provinsi.
Rencananya, pemanfaatan wall climbing Polinema akan menggunakan sistem sewa.
Artinya, digunakan Disporapar Kota Malang selama Porprov Jatim IX berlangsung.
Sebelumnya, wall climbing yang ada di GOR Ken Arok diproyeksikan untuk Porprov Jatim.
Tapi, karena belum memenuhi standar kejuaraan, tidak bisa digunakan.
Rencana awal mengantisipasi situasi itu dengan membangun tiga wall climbing baru di sana.
Meski begitu, Baihaqi optimistis penyelenggaraan panjat tebing di Porprov Jatim nanti akan berjalan lancar.
Karena situasi itu bukan pertama kali terjadi.
“Kami ingin sukses penyelenggaraan,” ungkap dia. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho