KABUPATEN- Tim pelatih Unggul FC Malang akan meningkatkan level lawan uji coba Andres Teran dkk sebelum Nation Cup 2025.
Mereka berencana menjajal Blacksteel FC Papua di Jogjakarta.
Laga tersebut dirancang berlangsung dua kali pada 16 dan 17 April 2025 mendatang.
Dalam laga uji coba sebelumnya, klub berlogo singa bermahkota itu menghadapi dua tim Porprov.
Tim Futsal Porprov Kota Malang pada 8 April.
Seusai itu, melawan Tim Futsal Porprov Kabupaten Malang pada 12 April.
Manajer Unggul FC Malang Usa Laksono menjelaskan, memilih Blacksteel FC Papua sebagai partner latih tanding didasari sejumlah pertimbangan.
Secara teknis untuk mengukur kesiapan tim dengan maksimal.
Dua lawan sebelumnya diakui Usa, level permainannya di bawah tim Pro Futsal League.
”Kami butuh variasi laga uji coba untuk melihat perkembangan tim ini,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Malang.
Menurutnya, Blacksteel FC Papua bisa memberi tantangan dan tekanan
lebih untuk tim dibandingkan laga persahabatan sebelumnya.
Selain faktor itu, uji coba tersebut terselenggara karena kedua tim menginginkannya.
Unggul FC Malang dan Blacksteel FC Papua butuh latihan tanding sebelum Nation Cup 2025.
Sedangkan alasan bermain di Jogjakarta, bagian adaptasi sebelum tampil di turnamen pertengahan musim itu.
Dalam laga uji coba tersebut, Unggul FC Malang akan membawa semua pemain di tim.
Termasuk legiun asing Wellington Pereira yang tengah menjalani proses pemulihan.
Usa melihat, kondisi pemain asal Brasil itu semakin bagus dan sekarang butuh menit bermain.
Rencananya, klub futsal bermarkas di Unggul Sports Center itu akan bertolak ke Jogjakarta pada hari Rabu mendatang (16/4).
Mereka akan menggunakan transportasi darat untuk menuju ke sana.
Terkait venue laga uji coba itu, tengah dikomunikasikan antara kedua pihak.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Unggul FC Malang Joao Almeida menjelaskan, laga uji coba tersebut sangat diperlukan timnya.
”Kami membutuhkan lawan tim kuat sebelum menghadapi Nation Cup,” katanya.
Dilihatnya, melawan tim besar seperti Blacksteel FC Papua jadi momentum untuk mencoba berbagai skema permainan.
Nakhoda asal Portugal itu juga berniat melakukan rotasi.
Tujuannya untuk mengukur kesiapan masing-masing pemain. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho