Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Anomali Inter Milan Jadi Semifinalis Liga Champions Paling Unik, Dikepung Arsenal, Barcelona, dan PSG

A. Nugroho • Kamis, 17 April 2025 | 15:16 WIB
TANGGUH: Skuad Inter Milan saat menghadapi Bayern Munchen (17/4) yang tidak tampil dominan namun bisa mengantarkan mereka lolos semifinal Liga Champions.
TANGGUH: Skuad Inter Milan saat menghadapi Bayern Munchen (17/4) yang tidak tampil dominan namun bisa mengantarkan mereka lolos semifinal Liga Champions.

MALANG – Liga Champions Eropa musim ini sudah memasuki babak semifinal. Empat tim lolos usai berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Performa terbaik ditunjukkan para pemain dan pelatih. Baik dalam hal fisik, skill, maupun strategi permainan. Salah satunya adalah Internazionale Milano atau yang lebih dikenal dengan Inter Milan. Skuad asuhan Simone Inzaghi benar-benar menunjukkan anomali di tengah tren sepak bola modern saat ini.

Dalam babak semifinal kali ini, Inter Milan akan bersaing dengan tiga tim lain. Yakni Barcelona, Arsenal, dan PSG. Semua tim saat ini berada dalam performa juara. Barcelona di La Liga saat ini menjadi kandidat kuat juara dan hanya bersaing dengan Real Madrid yang mengalami periode buruk beberapa pekan terakhir. Begitu pun Arsenal. Meski peluangnya berat di Premier Leauge, namun skuad Meriam London jelas masih punya kans juara menyalip Liverpool yang saat ini berada di puncak klasemen. Sementara PSG jangan ditanya. Tim yang dilatih Luis Enrique ini benar-benar tampil dominan di Prancis dan belum terkalahkan sejauh ini.

Inter Milan? Ya, Nerazzurri saat ini pun berada di puncak klasemen Seria A. Meski mesih mewaspadai kejaran Napoli, namun musim ini Inter tampil luar biasa dan mampu mengalahkan nyaris semua lawan-lawannya.

Sedominan itu? Melihat performa mereka di Liga Champions, Inter Milan sebenarnya tidak tampil superior. Bahkan saat melawan Bayern Munchen di babak delapan besar, Inter Milan hanya menang 2-1 di leg pertama (9/4) saat bertandang ke kandang Bayern Munchen dan bermain imbang saat bermain di rumah sendiri (17/4) dengan skor 2-2.

Pendekatan yang dilakukan Simone Inzaghi terbilang unik. Dia praktis hanya mengandalkan satu gelandang serang dan dua strikernya untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Kuncinya adalah bertahan ketat lalu memanfaatkan transisi secepat mungkin untuk membuka peluang mencetak gol.

Cara itu terbilang jitu. Inter Milan yang memiliki bek kokoh Alessandro Bastoni, Stefan de Vrij, Benjamin Pavard, hingga Yann Aurel Bisseck, tampaknya memang tak memprioritaskan permainan cantik. Bayangkan, main di kandang di hadapan puluhan ribu tifosinya, Lautaro Martinez cs justru hanya 37 persen melakukan penguasaan bola. Selebihnya, mereka hanya melakukan umpan langsung ke daerah pertahanan lawan.

Filosofi ini terasa sangat jomplang dengan tiga kontestan lain. Barcelona misalnya. Saat ini dengan performa luar biasa Lamine Yamal, yang didukung klinisnya Lewandowski dan Raphinha, jelas memabuat tim Catalan tampil ofensif sepanjang musim. Begitu pun PSG yang mengusung kecepatan dan eksplosivitas sayap-sayapnya seperti Dembele dan Doue. Tak ketinggalan Arsenal yang sejak awal musim mengusung permainan menyerang meski tak punya striker murni di lini serang.

Jelas anomali menciptakan keseruan tersendiri. Apalagi, Inter Milan akan menghadapi Barcelona. Bermain tandang 1 Mei nanti di leg pertama, Inter Milan sepertinya tetap mempertahankan gaya bertahannya. Begitu pun sepekan berselang (7/5) saat bermain di kandang. Kita lihat siapa yang paling hebat!

 

Editor : A. Nugroho
#semifinal #Arsenal #liga champions #psg #barcelona #Inter milan