WAKTU kurang dari dua bulan sebelum Porprov Jatim IX 2025 dimanfaatkan Wushu Kota Malang untuk menjaga kondisi atlet.
Cabor tersebut berusaha memproteksi atletnya dari ancaman cedera.
Tujuannya, supaya bisa tampil dengan kekuatan penuh saat Porprov Jatim di Malang Raya nanti.
Pelatih Wushu Indonesia (WI) Kota Malang Endratmo Adji menjelaskan, salah satu upaya mewujudkan misi itu dengan mengurangi jumlah turnamen yang diikuti atlet.
Anak asuhnya tidak diwajibkan mengikuti kejuaraan untuk sekarang.
”Kami mematangkan persiapan secara internal,” terang dia.
Menurutnya, potensi cedera saat ikut turnamen cukup tinggi.
Itu menyusul, saat kejuaraan atlet wushu lebih terpacu mengeluarkan kemampuan terbaik di pertandingan.
Ada dorongan dalam diri mereka untuk raih prestasi.
Adji mengatakan, lamanya recovery atlet setelah turnamen menjadi alasan lain pihaknya fokus memilih menggelar latihan rutin.
Baik itu untuk nomor taolu (seni) dan sanda (tarung).
”Cedera dapat mengurangi jumlah atlet yang akan diikutkan dalam Porprov Jatim nanti,” paparnya.
Meski hanya mengandalkan latihan rutin, Wushu Kota Malang sudah mempersiapkan berbagai program.
Mulai dari meningkatkan jumlah latihan setiap hari, hingga meningkatkan fisik.
Tim pelatih WI Kota Malang yakin menu latihan itu sudah cukup untuk menjaga kondisi atlet.
Terlepas itu, pihaknya tidak ingin strategi dan kemampuan atlet WI Kota Malang terbaca kontingen lain.
”Kalau kualitas atlet kita dibaca oleh lawan, mereka bisa membuat strategi untuk melawan kami,” kata dia.
Alhasil, rencana mereka untuk memberikan kejutan kepada lawan di Porprov Jatim sulit diwujudkan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho